FEATURE

Alexis Fleming, Hadir untuk Hari-hari Terakhir Hewan Peliharaan

Kumara Anggita
Minggu 01 November 2020 / 18:00
Jakarta: Pertemanan yang diberikan oleh binatang tak akan kalah dengan pertemanan yang dibangun oleh satu manusia ke manusia lainnya. Wujud kedalaman hubungan ini terangkum dalam kisah seorang pendiri rumah sakit untuk hewan bernama The Maggie Felming Animal Hospice.

Alexis Fleming membuka ceritanya dengan mengingat kembali hari terakhir dirinya bersama salah satu anjingnya yang bernama Osha. Fleming memberikan semua hal yang terbaik yang bisa dia beri demi memberi Osha kenyamanan.

“Hari terakhir kami bersama Osha itu sulit, meskipun sempurna untuknya. Kami membawanya untuk jalan-jalan, memberinya makan makanan favoritnya (pasta) dan kemudian berbaring di taman di bawah sinar matahari bersamanya," kata Fleming.

"Aku juga memberi makan kunyahan buahnya yang ia sukai. Lalu dokter hewan datang dan membiusnya dan membuatnya tertidur. Saya sangat sedih, tetapi saya tahu ini adalah waktu yang tepat untuk mengucapkan selamat tinggal,” ujarnya. 

Pertemuan Fleming dan Osha bukanlah pertemuan yang ideal. Waktu itu, Fleming merasa bahwa anjing ini membutuhkan pertolongannya. 

“Saya telah mendengar tentang Osha melalui amal yang saya jalankan bernama Pounds For Poundies. Ini adalah layanan yang mencoba untuk menghentikan anjing terlantar. Ketika saya mengetahui bahwa Osha telah dibuang dengan keadaan mengindap kanker, saya harus membawanya. Saat itu Oktober 2015 ketika di waktu yang sama anjing saya Maggie meninggal tiba-tiba di sebuah rumah sakit hewan yang membuat saya hancur,” ujarnya.


alexis fleming
(Alexis Fleming mendirikan The Maggie Felming Animal Hospice. Foto: Dok. John Kirkby/The Sun Glasgow)


Kehancuran yang dia rasakan membuat dia terdorong untuk melakukan suatu hal yang berdampak. Satu-satunya cara untuk membayar kesedihannya itu adalah dengan mendirikan The Maggie Felming Animal Hospice.

“Maggie dan Osha mengilhami saya untuk mendirikan hospice hewan Maggie Fleming, menawarkan perawatan akhir kehidupan untuk hewan, di Dumfries pada Maret 2016. Di hospice, saya memberi mereka rumah, persahabatan, cinta, kenyamanan, dan perawatan dokter hewan yang disesuaikan," papar Fleming.

"Jadi mereka tidak harus mengambil langkah terakhir sendirian. Rumah sakit didanai oleh sumbangan amal dan saya menjalankannya dengan bantuan dari pasangan saya Adam, teman, keluarga, dan sukarelawan,” ujarnya.

 

Tempat anjing nyaman di waktu terakhirnya


Setiap pemilik yang mencintai peliharaannya akan sebisa mungkin memberikan kenyamanan pada anjingnya di masa-masa terakhir. Fleming pun melakukan hal yang sama dan ternyata dokter hewan yang membantunya juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan Fleming adalah hal yang umum dilakukan oleh pemilik anjing lainnya.

“Hal-hal favorit Osha adalah makanan dan tidur, jadi dia menghabiskan sembilan bulan terakhir dimanjakan dengan sarapan, makan siang, makan malam, dan makanan ringan di tempat tidur," aku Fleming.

"Dia suka mencuri telur dari ayam kami yang diselamatkan; Saya akan meninggalkan satu di ambang pintu sehingga ketika dia pergi keluar untuk larut malam dia akan berpikir dia telah menemukan harta karun,” ujarnya.

“Dokter hewan yang membuat Osha tertidur membantu saya menyadari bahwa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia melihat situasi yang sama hampir setiap minggu, ketika pemilik begitu putus asa untuk tidak membuat keputusan yang memilukan bahwa mereka meninggalkannya dan hewan mati kesakitan,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia menginginkan semua anjing bisa mendapatkan kenyamanan yang serupa melalui The Maggie Felming Animal Hospice. “Maksud dari hospice adalah untuk menghindari skenario itu,” pungkasnya.

Di tempat ini, Fleming merawat banyak hewan sebaik mungkin. Dia memberikan berbagai perawatan dan sesungguhnya banyak energi yang terkuras. Namun, Fleming tetpa mengerjalannya dengan sepenuh hati.


Alexis Fleming 2
(Fleming mencintai hewan peliharaan dan akan sebisa mungkin memberikan kenyamanan pada masa-masa terakhir hewan peliharaan di The Maggie Felming Animal Hospice. Foto: Dok. Murdo MacLeod/the Guardian)


“Saya merawat maksimal tiga hewan sekaligus, sehingga saya dapat memberikan perawatan terbaik,” ungkapnya. 

“Hari saya sibuk dalam beberapa hal seperti mengurus kebutuhan praktis hewan, memberi mereka makan dan memberi mereka pengobatan atau perawatan lain yang diperlukan. Hewan tua dan sakit membutuhkan cinta dan perhatian, jadi saya menghabiskan banyak waktu duduk bersama mereka, membaca untuk mereka dan memeluk mereka,” lanjutnya. 

Tak hanya hewan peliharaan, Fleming juga memberikan cintanya pada hewan ternak yang sudah pensiun. Dia tak ingin hewan-hewan tak berdaya ini berakhir di rumah jagal. Oleh karena itu, dia juga menampung dan memberikan cinta pada mereka.

“Saya juga merawat lebih dari 80 hewan di tempat perlindungan ini untuk hewan ternak dan ayam penyelamat. Banyak dari mereka yang telah bekerja sampai mati, dan mereka datang ke sini daripada ke rumah jagal. Ada sesuatu yang sangat menyedihkan tentang hewan yang tidak pernah tahu kehidupan di luar kandang atau kandang,” jelasnya.
 

Dukungan kepada pemilik-pemilik peliharaan


Dia mengungkapkan bahwa tempatnya ini tak bisa memberikan perawatan akhir kehidupan untuk semua yang membutuhkannya. Namun tetap dia berdidaksi untuk menawarkan dukungan kepada pemiliknya. 

“Mereka bisa menelepon saya 24/7 untuk saran. Sering kali hanya berbicara dengan seseorang yang memahami kesedihan mereka dapat membantu orang melalui apa yang bisa menjadi salah satu keputusan tersulit yang pernah mereka buat. Yang paling penting, ini membantu keluarga untuk tetap bersama sampai akhir,” ungkapnya.

Pada akhirnya dia ingin menyampaikan bahwa yang terpenting dalam masa-masa ini adalah usaha kamu memberikan perhatian serta cinta untuk peliharaan yang sudah dengan tulus dan setia menemani. 

Ini bukanlah hal yang mudah namun patut untuk dicoba setiap orang. Dengan seperti itu, kamu bisa memahami esensi dari cinta pertemanan itu sendiri.
(TIN)

MOST SEARCH