FAMILY

3 Cara Meredam Pasangan Kamu yang Cerewet

Yatin Suleha
Rabu 13 Januari 2021 / 08:00
Jakarta: Ibarat manajer di kantor, di rumah kamu juga yang jadi manager. Katakan kamu yang mengatur semua yang ada di dalam rumah.

Misalnya kamu yang mengambil pakaian kotor yang berserakan, mengantungkan handuk setelah mereka pakai, mencuci piring-piring yang kotor, atau mengambil kaus kaki kotor setelah pasangan dan anak-anak beraktivitas di luar rumah.

Baik pernikahan kamu dan pasangan baru seumur jagung atau sudah lama, hal seperti ini benar terjadi. Dan ketika kamu rajin mengomentari hal ini, label 'cerewet' tersemat di dahi kamu.

Dilansir dari tulisan Dr Markman yang berjudul "Fighting for Your Marriage", ia menerangkan bahwa menjadi orang yang dicereweti rasanya seperti berdiri di sebuah tumpukan batu yang sedang bergulir jatuh. 

Psikolog Howard Markman, PhD, wakil direktur Center for Marital and Family Studies di University of Denver, Amerika menambahkan bahwa, "Cerewet biasanya berawal dari salah satu pihak yang merasa memiliki aturan bagaimana seharusnya ditangani," ujarnya.

Markman menyebutkan pihak yang dicereweti merasa diperlakukan tidak adil karena "diserang" dari berbagai sudut, selanjutnya kamu menarik diri yang menyebabkan pihak yang mengomeli malah bertambah gencar.
 
Ternyata, baik menjadi pihak yang cerewet dan dicereweti, keduanya sama-sama tidak menyenangkan. Dan jika terlalu lama dibiarkan hal ini akan merusak hubungan kamu.
 
Kami berikan resep mengurangi "siklus cerewet pada pasangan kamu" seperti berikut ini:
 

1. Sepakati tugas bersama


Misalnya yang menyapu dan mencuci piring kamu, namun yang membantu mengantarkan pakaian kotor ke tempat laundry adalah pasangan kamu. Tugas lainnya bisa kamu bagikan lagi. Dan jangan lupa, sepakati!
 

2. Meminta dengan cara baik-baik (jika perlu kecup keningnya juga)


Kamu bisa mempraktikan ini, "Sayang, tolong antar laundry setiap Selasa dan Kamis pagi ya?" Dibandingkan dengan, "Kenapa baju kotor belum diantar ke laundry, lihat ini sampai numpuk kayak begini!"
 

3. Hindari menyamaratakan semua masalah


Jauhkan komentar kamu dari, "Kamu memang selalu lupa bayar kartu kredit kita ya diawal bulan." atau "Kamu memang tidak pernah membayar tagihan tv cable deh, pasti tanggalnya selaaalu lewat!"

Sebaiknya, gunakan kata-kata yang lebih lembut lalu lakukan negosiasi dan patuhi hasilnya. Selamat mencoba ya!
(TIN)

MOST SEARCH