FAMILY

Pentingnya Menyadari Masalah Kesuburan sejak Usia Dini Pernikahan

A. Firdaus
Senin 31 Mei 2021 / 11:08
Tangerang: Memiliki keturunan menjadi tujuan dan dambaan dari sebuah pernikahan. Sayangnya, tak semua pasangan bisa langsung dihadirkan keturunan oleh Sang Pencipta.

Setidaknya 1 dari 8 pasangan suami istri memiliki masalah kesuburan. Dan sebagian besar tidak menyadari kesuburan yang mereka hadapi.

Permasalahan seperti Kista, Miom, Polip, Nyeri Haid berlebih, dan haid tak teratur merupakan contoh dari masalah kesuburan yang kerap kali menjadi kendala untuk mendapatkan buah hati.

Menurut dr. Pandji Sadar, selaku CEO dari Pusat Fartilites Bocah Indonesia (PFBI) mengatakan, pentingnya bagi masyarakat sadar permasalahan yang mereka alami. Kesadaran mengenai kesuburan dari pengecekan tiga hal yakni, sperma, rahim, dan tuba.

Berangkat dari keresahan pasangan, baik setelah satu tahun menikah namun belum berhasil, serta ketidaktahuan akah masalah kesuburan, PFBI menghadirkan sebuah paket pemeriksaan untuk menyukseskan program hamil, yakni paket Sadar Subur.

"Ketiga hal ini lengkap kita laksanakan di Pusat Fertilitas Bocah Indonesia, melalui paket terbaru kami #SadarSubur. Klinik kami merupakan satu-satunya pusat fertilitas di Indonesia yang menangani semua kondisi kesuburan Ayah dan Bunda," ujar dr. Pandji dalam perayaan ulang tahun kedua PFBI, Minggu 30 Mei, di Tangerang.


Dr. Maitra Djiang Wen Sp and F-Ker, dr. Pandji Sadar, dan dr. M. Lucky Satria SpOG K-Fer. (Foto: Bocah Indonesia)

Nantinya, Ayah dan Bunda akan mendapatkan sebuah paket one stop service. Terdiri dari konsultasi dokter spesialis Kandungan, konsultasi dokter spesialis Andrologi, tes hormon Anti-Mullerian Hormone (AMH), USG transvaginal, analisa sperma, dan pengecekan saluran tuba (HyFoSy).

Jika kamu masih pasangan yang baru menikah, setidaknya paling cepat bisa berkonsultasi setahun setelah menikah. Dengan catatan kamu dan pasangan belum juga memiliki anak.

"Sementara konsultasi bisa secepatnya dilakukan, jika sang istri telah menginjak di atas 30 tahun. Sebagai contoh, pasangan melakukan program hamil di usia senja," ujar dr. M. Lucky Satria, SpOG KFer.

PFBI merupakan pusat farilites yang sangat unik, karena melibatkan dokter kandungan dengan dokter spesialis. Di mana tak hanya fokus pada ibu, melainkan juga kepada ayah.
(FIR)

MOST SEARCH