FAMILY

Donasi untuk PJJ Online Anak Sekolah

Yatin Suleha
Kamis 08 Oktober 2020 / 19:18
Jakarta: Sejak adanya pandemi covid-19 tujuh bulan yang lalu, pembelajaran anak-anak di sekolah digantikan dengan daring atau online yang biasa disebut dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Namun tidak semua PJJ bisa berjalan mulus, terkadang ada permasalahan aplikasi, perangkat handphone, atau kuota internet atau data yang kurang memadai, sehingga PJJ bisa terkendala. 

Sistem PJJ ini masih terhambat karena kepemilikan fasilitas belajar online (smartphone maupun kuota) yang masih rendah.

Berdasarkan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) 50 persen lebih siswa tidak memiliki smartphone, data tersebut didapatkan dari Kemendikbud yang telah merilis input nomor ponsel siswa di data pokok pendidikan (dapodik). 

Dan Bodrex bekerja sama dengan Wakaf Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan program #Bodrexmerahputihberbagi X Garuda sebagai bentuk dukungan dalam mendorong pendidikan Indonesia di masa pandemi.

Kolaborasi program #Bodrexmerahputihberbagi X Garuda (GAdget untuk guRU Dan siswA) dari Wakaf Salman mengumpulkan donasi berupa smartphone layak pakai dan juga donasi berupa uang.

Kolaborasi ini membantu anak-anak sekolah tingkat SD dan SMP yang berasal dari keluarga dari kondisi sosial ekonomi lemah.

Selain menggalang donasi, bodrex juga turut berpartisipasi langsung dalam menyediakan paket smartphone dan kuota internet untuk siswa atau siswi yang membutuhkan.

Managing Director Brand Portfolio & Communication Cosmetics, Consumers and Health Care PT Tempo Scan Pacific Tbk. Aviaska D. Respati mengatakan program ini diluncurkan sebagai bagian dari rangkaian program kepedulian yang dilakukan dalam rangka ulang tahun ke-50 bodrex. 


(Brand Ambassador bodrex, Dion Wiyoko turut mengapresiasi program #Bodrexmerahputihberbagi X Garuda untuk membantu pendidikan PJJ anak Indonesia. Foto: Dok. PT Tempo Scan Pacific Tbk)

“Bodrex ingin memberi kembali kepada masyarakat Indonesia sebagai wujud ucapan terima kasih, karena berkat dukungan merekalah bodrex berhasil menjadi merek obat sakit kepala nomor satu di Indonesia. Melalui program ini kami mengajak masyarakat agar peduli terhadap pendidikan di Indonesia dan menggerakkan semangat berbagi," papar Aviaska.

"Semoga kontribusi ini menjadi bentuk dukungan bodrex dalam mendorong pendidikan di masa pandemi agar lebih banyak anak Indonesia bisa belajar online, karena merekalah ini masa depan bangsa Indonesia,” ujar Aviaska.

Lebih lanjut Aviaska mengatakan, program ini akan menghimpun, mengonversi serta menyalurkan donasi berupa smartphone dan kuota internet kepada anak-anak SD dan SMP yang membutuhkan di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. 

Penyaluran ini bekerja sama dengan Jabar Quick Response dan Lembaga One Ummah untuk area Jawa Barat, dan Gerak Bareng Community untuk area Jabodetabek.
 

Kriteria penerima donasi


Kriteria penerima donasi program ini adalah anak-anak sekolah yang berdomisili di area Jabodetabek dan Jawa Barat, diutamakan untuk kawasan zona merah, anak sekolah tingkat SD dan SMP (diutamakan SD kelas tiga ke atas), serta diutamakan untuk anak sekolah yang yatim dan berasal dari keluarga dari sosial ekonomi lemah atau duafa.

Corporate Secretary and Operational Manager Wakaf Salman ITB Ryan Faisal menambahkan, pihaknya mendukung inisiatif bodrex karena memiliki visi dan misi yang sama, melihat banyaknya anak-anak sekolah yang tidak mempunyai fasilitas smartphone yang layak untuk belajar online.
 
Namun hal ini juga perlu dukungan dari masyarakat Indonesia untuk semakin peduli dengan dunia pendidikan. Salah satunya adalah dengan menyumbangkan smartphone layak pakai atau uang tunai pada program ini.  


(Kolaborasi program #Bodrexmerahputihberbagi X Garuda (GAdget untuk guRU Dan siswA) dari Wakaf Salman mengumpulkan donasi berupa smartphone layak pakai dan juga donasi berupa uang. Kolaborasi ini membantu anak-anak sekolah tingkat SD dan SMP yang berasal dari keluarga dari kondisi sosial ekonomi lemah. Foto: Dok. PT Tempo Scan Pacific Tbk)

“Program ini akan berlangsung dari Oktober hingga Desember 2020. Harapannya ingin menggerakkan semangat berbagi untuk sesama dalam proses penanganan pandemi khususnya di sektor pendidikan dan untuk mendorong munculnya program-program lain yang dapat mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujar Ryan.

Dion Wiyoko sebagai seorang publik figure ikut mengapresiasi program yang mendukung PJJ bagi anak-anak sekolah yang mengalami keterbatasan karena faktor sosial ekonomi. 

“Program ini menjadi kesempatan bagi kita untuk turut serta memberikan kontribusi dan menunjukkan kepedulian pada pendidikan anak Indonesia di tengah masa pandemi," kata Dion.

"Harapannya ini akan menginspirasi lebih banyak orang karena bila hanya seorang diri maka tidak bisa berdampak banyak. Tapi semakin banyak orang berpartisipasi melalui program ini, sebesar apapun andil mereka akan terkumpul menjadi hal yang berarti untuk pendidikan adik-adik kita yang sekarang masih mengalami kesulitan karena tidak memiliki fasilitas belajar online,” kata Brand Ambassador bodrex ini.
 

Donasi smartphone


Bagi masyarakat yang ingin mendonasikan smartphonenya harus mempunyai kriteria sebagai berikut:

1. Smartphone yang akan didonasikan telah didukung dengan jaringan 3G/4G

2. Dilengkapi dengan charger

3. Kondisi layar smartphone masih dalam keadaan baik dan dapat terlihat jelas, tidak retak atau pecah

4. Fitur kamera smartphone masih berfungsi dengan baik dan dapat mengunduh dan menjalankan aplikasi seperti Whatsapp, Zoom dan Youtube

Bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan smartphone layak pakai dalam program ini dapat melalui alamat drop box di bawah ini:

1. Dropbox untuk wilayah Jabodetabek 
Tempo Scan Tower lantai 9. Jl. HR Rasuna Said Kav 3-4 Jakarta. Tlp. (021) 29218888 (ext 5147/5149)

2. Dropbox untuk wilayah Jawa Barat. Wakaf Salman. GSS Business Centre Salman ITB, lantai 3. Jl. Ganesha nomor 7 - Coblong Bandung 40132. Up. Aji (08112292731). Sementara donasi berupa uang dapat disalurkan ke Rekening BCA 607-031-4990 atas nama PT Tempo Scan Pacific Tbk.
(TIN)

MOST SEARCH