FAMILY

Tren Anak Perempuan Lebih Dini Mengalami Menstruasi, Apa Penyebabnya?

A. Firdaus
Kamis 12 November 2020 / 20:22
Jakarta: Anak perempuan yang lebih dini mengalami menstruasi pertama mereka semakin banyak. Beberapa penelitian mengungkapkan fakta terbaru mengenai menarche (mensturasi pertama kali) yang semakin dini dari zaman ke zaman.

Biasanya, menarche yang dialami anak perempuan atau remaja putri beriksar 11 hingga 14 tahun. Nyatanya pada zaman now, pada sebuah penelitian ditemukan bahwa, anak perempuan sudah harus mengalami menstruasi pada umur 9 sampai 11 tahun.

Lalu apa penyebabnya? Ahli Gizi, Beta Sindiana, S. Gz menjelaskan ada faktor yang berperan terkait cepatnya anak perempuan mengalami menarche. Di antaranya pola makan dan gaya hidup.

"Perkembangan tren gaya hidup sedentari dan pilihan makanan seperti restoran cepat saji dan junk food menjadi faktor yang berhubungan dengan usia menarche yang lebih cepat," ucap Beta saat peluncuran website: Charm Girl's Talk, Kamis 12 November 2020.

"Terdapat korelasi antara frekuensi konsumsi junk food dengan usia menarche. Ditemukan bahwa anak perempuan yang mengonsumsi junk food >2x per minggu, lebih banyak mengalami menarche dini (>12 tahun) dari yang mengonsumsi junk food 2 X lebih sedikit per minggu," sambungnya.


Ahli Gizi, Beta Sindiana. (Foto: screenshot webinar peluncuran website: Charm Girl's Talk).

Sementara itu dari gaya hidup, Beta mengatakan terjadinya kebiasaan baru yang dilakukan anak-anak perempuan di Asia Tenggara. Tercatat, sebanyak 66% anak perempuan yang mengalami menarche dini bermain di dalam rumah 2-3 kali seminggu setiap hari.

"Tak ada aktivitas fisik yang dilakukan anak perempuan. Hal ini berhubungan erat secara signifikan pada kejadian menarche dini, menandakan tingginya gaya hidup sedentari," terang Beta.

Sedangkan menurut penelitian WHO pada 2016, frekuensi sarapan yang dialami anak perempuan antara usia 11 sampai 15 tahun juga menurun. Hal ini juga menjadi penyebab terjadinya menarche dini.

"Pola makan yang tidak sehat seperti melewatkan makan, diet restriktif, hingga perilaku makan yang menyimpang (eating disorder) umum ditemukan pada remaja," tukas Beta.
(FIR)

MOST SEARCH