FAMILY

7 Cara Bangun Komunikasi dengan Anak tentang Pandemi Covid-19

Kumara Anggita
Rabu 14 Oktober 2020 / 06:00
Jakarta: Pandemi covid-19 membuat orang tua yang sebelumnya sibuk bekerja di luar jadi banyak menghabiskan waktu di rumah. Dan sesungguhnya momen ini bisa digunakan untuk mendekatkan diri dengan anak. 

Bila orang tua bingung mau mendekatkan diri mulai dari mana. Maka cobalah dengan berkomunikasi! Reynitta Poerwito, Bach of Psych., M.Psi., Psikolog dalam konferensi Roompi di Orami Parenting memberikan tipsnya untuk kamu dan keluarga.
 

1. Dengarkan anak


Dengarkanlah terlebih dahulu apapun yang dikatakan anak. Biarkan mereka tahu bahwa kamu tertarik untuk mengetahui dunia mereka. Tanyakan kepada mereka tugas sekolah dan lingkungan mereka. Usahakan jangan beralih ke televisi, koran atau telepon ketika mereka mulai bicara. Fokuskan padanya.
 

2. Berbicara dengan mereka


Hindari gadget kamu dan mulailah berbicara dengan anak kamu tentang hal-hal favorit mereka. Tunjukkan rasa penasaran kamu pada apa pun yang mereka ceritakan, hal ini akan melatih anak untuk percaya diri ketika berbicara.
 

3. Berikan mereka waktu untuk merespons


Anak-anak mungkin memerlukan beberapa saat untuk memproses dan memahami apa yang kamu katakan. Jadi berikan mereka waktu untuk merespons perkataan kamu.


(Ajak si kecil berdiskusi dengan cara yang menyenangkan dan riang tentang melakukan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan melakukan social distancing sambil dalam suasana rileks dan nyaman dengan bahasa yang sederhana. Foto: Pexels.com)
 

4. Siapkan anak kamu untuk dunia yang lebih maju


Kamu tidak bisa memaksa anak-anak untuk terlepas dari era teknologi yang serba canggih. Yang bisa orang tua lakukan adalah menyiapkan mereka. Anak-anak tumbuh dewasa menonton dan meniru apa yang dilakukan orang tua mereka, contohnya dengan menghabiskan waktu luang bermain gadget.

Orang tua yang baik akan menyiapkan dan membimbing mereka. Pilihlah gadget yang sesuai untuk anak. Kamu juga bisa memberikan gadget yang aman, sebuah gadget yang diciptakan khusus untuk komunikasi dan keamanan anak.
 

5. Berkomunikasilah dengan lebih sederhana dan jelas


Jangan membuat anak bingung dengan menunjukkan sikap dan perkataan yang rumit. Mereka bisa saja salah mengartikan perkataan atau gerak tubuh kamu jika itu terlihat rumit.
 

6. Berikan kata-kata yang memotivasi


Buatlah mereka merasa aman dan berikan anak kebebasan penuh untuk berkarya sesuai keinginan mereka. Teruslah memotivasi apapun hal baik yang mereka lakukan.
 

7. Ajaklah anak turut berdiskusi



Ciptakan percakapan yang membuat anak berpikir, libatkan anak dalam memilih sesuatu misalnya, ketika memilih warna cat kamar anak. Melatih critical thinking anak bisa dimulai sejak dini dengan hal sederhana, hal ini juga membuat anak merasa bahwa pendapatnya diperlukan.

Dan ketika komunikasi yang baik sudah terbangun jangan lupa ajarkan anak untuk menerapkan 3M. Ingatkan anak setiap hari untuk mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. 

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 berulang kali menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran pandemi virus korona lewat disiplin protokol kesehatan. Disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan atau 3M menjadi kunci memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun. 
(TIN)

MOST SEARCH