FAMILY

Menyikapi Undangan Teman untuk Berkumpul di Tengah Pandemi

Kumara Anggita
Jumat 04 Desember 2020 / 11:09
Jakarta: Desember menjadi salah satu bulan yang memiliki libur yang banyak. Pada momen ini, kemungkinan akan ada banyak undangan. Entah dari teman untuk berkumpul menikmati liburan akhir tahun.

Namun, mungkin kamu ragu untuk mendatanginya, karena adanya pandemi covid-19. Kendati demikan kamu enggak usah khawatir untuk menolaknya sebab ada cara halus yang membuat temanmu mengerti.

Dikutip dari Healthline, kamu tentu boleh menolaknya, meski tentu ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Deborah Serani, PsyD, psikolog dan profesor di Universitas Adelphi, menyarankan agar saat menolaknya, kamu perlu untuk mengungkapkan apresiasi kamu atas undangan tersebut terlebih dahulu. Kemudian menjelaskan kekhawatiran, dan menutupnya dengan keputusanmu.

Namun, Elaine Swann, yang merupakan pakar etiket menambahkan, agar kamu menghindari terlalu banyak detail tentang mengapa kamu tidak hadir.

"Ini dapat menyebabkan gesekan jika kamu berbagi terlalu banyak detail tentang pandemi dan pemikiran kamu di sekitarnya. Sebab tidak semua orang melihat situasi secara langsung," katanya.

Swann menyarankan untuk menyatakan sesuatu yang pendek dan sederhana seperti:

"Aku tidak akan bisa bergabung denganmu sepanjang tahun ini, tapi aku menantikan saat kita bisa berkumpul lagi."

Kamu juga bisa menambahkan kalimat lain. “Aku ingin memastikan bahwa aku melakukan bagianku untuk melindungi kamu” tambah Swann.
 

Kirimkan sesuatu


Untuk memastikan agar orang atau teman yang mengundang dan peserta tidak merasa ditinggalkan, pertimbangkan untuk mengirimkan sesuatu.

“Bisa dibilang kamu ingin mengirim makanan penutup atau paket kopi yang biasanya kamu bawa dan memanfaatkan toko, restoran, atau layanan pengiriman di dekat rumah temanmu yang mengundang,” kata Swann.

Selain itu, mengirim uang juga bisa menjadi pertimbangan. Beri tahu mereka,‘ Aku punya minuman yang bisa membuat suasana lebih menyenangkan. Aku baru saja mengirimi kamu uang,” jelas Zelle.

"Sekarang, mereka mungkin kecewa kamu tidak datang, tetapi kemungkinan besar mereka akan menghargai gerakan kamu,” kata Swann.
 

Tidak usah merasa bersalah


Setelah kamu menolak undangan tersebut, Serani berharap agar kamu tidak merasa sedih atau bersalah, tetapi tetap teguh dengan keputusan yang dibuat.

“Tidak merasa bersalah atau menyebabkan gesekan saat kamu menetapkan batasan adalah sesuatu yang tidak realistis. Sebaliknya, biarkan diri kamu merasa buruk, tetapi ingatlah bahwa kamu peduli pada diri sendiri dan memperhatikan kesehatan kamu. Dan itu patut dibanggakan meskipun kamu merasa sedikit bersalah karenanya, " kata Serani.

Jika orang lain membuat kamu merasa buruk, malu, atau bersalah karena tidak bergabung dengan mereka, dia mengatakan bahwa rasa sakit hati mereka mungkin mencerminkan kesalahpahaman atau pandangan mereka tentang risiko covid-19.

Terapkan 3M


Walaupun kamu tidak hadir di undangan tersebut, mungkin kamu masih perlu untuk keluar juga untuk kepentingan mendesak lainnya. Jangan lupa untuk tetap menerapkan 3M yaitu mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker.

Sebab pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Selain konsisten merawat gigi, jangan lupa juga selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun.
(FIR)

MOST SEARCH