FAMILY

Beberapa Cara Ini Bikin Anak Tertarik untuk Menulis

Raka Lestari
Jumat 04 Desember 2020 / 16:00
Jakarta: Menulis merupakan salah satu kemampuan dasar yang penting dimiliki oleh anak-anak. Tidak hanya unsur kognisi yang berkembang, menulis juga dapat meningkatkan sensimotorik anak.

Banyak indra yang diaktifkan ketika menekan pensil atau pulpen di atas kertas. Pengalaman indra ini dapat membuat anak memiliki kemampuan mengingat yang lebih baik.

“Ada beberapa hal yang dapat memicu anak untuk mulai mencintai kegiatan menulis. Pertama, orang tua dan guru dapat membuat aktivitas menulis di buku tulis menjadi sebuah permainan, yang mana anak mendapatkan misi dan hadiah, jika dapat menyelesaikan permainan dengan baik dan benar," ujar Marcelina Melisa, M.Psi, Psikolog, dalam acara: Ayo Menulis Bersama SiDU webinar 2020.

Dan yang kedua, Marcelina menyarankan untuk membuat kuis yang sederhana dan menyenangkan seputar pelajaran. Seperti mengajak anak untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan menulis di dalam buku tulis.

"Ketiga, mengajak anak untuk menulis diary di buku tulis. Hal ini tidak hanya akan memicu daya tarik anak untuk menulis, namun membangun kedekatan antara orang tua atau guru dengan anak, sehingga lebih mengerti minat, karakter dan masalah anak," ujar Marcelina.

"Keempat, mengajak anak untuk kembali menuliskan hasil pembelajaran yang ditangkap ke   dalam buku tulis, sehingga dapat memicu otak anak untuk mengingat dan memahami hasil pembelajaran yang diberikan. Orang tua juga bisa menjadi role model agar anak memiliki kebiasaan menulis," sambungnya.

Misalnya saja orang tua mengajarkan anak dengan menulis daftar belanja. Dengan melihat orang tuanya memiliki kebiasaan menulis di atas kertas, anak akan memiliki persepsi bahwa menulis bukanlah menjadi momok. Sebab anak-anak biasanya menganggap menulis sebagai momok ketika sedang di sekolah.

Contoh lain, anak suka ikut bermain di dapur, kita bisa mengajak mereka untuk menulis resep masakan. Meskipun tulisannya belum bagus, itu bukan masalah buat orang tua. 

"Ubah persepsi anak agar menjadikan menulis itu sebagai sesuatu yang menyenangkan. Kalau anak merasa fun, happy, itu tidak usah disuruh pasti mereka akan minta sendiri. Dan itu adalah tujuan utamanya," tutup Marcelina.
(FIR)

MOST SEARCH