FAMILY

Kotak Pasir sampai Sisir Hewan Peliharaan, Jangan Sampai Jadi Sarang Bakteri di Rumah

A. Firdaus
Kamis 04 Juni 2026 / 07:15
Ringkasnya gini..
  • Alat grooming sering dipakai setiap hari.
  • Banyak orang mengandalkan pasir beraroma atau pelapis kotak pasir.
  • Pembersihan mendalam disarankan dilakukan minimal setiap dua bulan sekali.
Jakarta: Perlengkapan hewan peliharaan yang terlihat biasa, ternyata bisa menyimpan banyak kotoran dan bakteri jika terlalu lama tidak dibersihkan. Mulai dari kotak pasir, kandang, hingga alat grooming sering dipakai setiap hari, tetapi justru paling sering terlupakan saat jadwal bersih-bersih rumah.

Padahal, perlengkapan yang kotor bukan hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga dapat memicu iritasi, infeksi, hingga membuat hewan merasa tidak nyaman.
 

1. Kotak pasir dan sendok pasir


Membersihkan kotoran kucing setiap hari memang penting, tetapi itu saja belum cukup untuk menjaga kotak pasir tetap higienis. Bau dan bakteri tetap bisa menumpuk di dasar kotak, meskipun kotorannya rutin diambil.

Oleh karena itu, kotak pasir perlu dibersihkan total setidaknya seminggu sekali. Caranya dengan mengosongkan seluruh pasir, lalu mencuci kotak menggunakan sabun lembut dan air panas, sebelum dikeringkan sepenuhnya dan diisi ulang.
Sendok pasir berbahan plastik juga sebaiknya dicuci rutin setiap minggu, karena permukaannya mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Banyak orang mengandalkan pasir beraroma atau pelapis kotak pasir untuk mengurangi bau. Namun sebenarnya, kedua hal tersebut hanya membantu menyamarkan aroma dan mempermudah pembersihan, bukan menggantikan proses mencuci secara menyeluruh.

Jika kotak pasir terlalu kotor, risiko bakteri dan masalah kesehatan pada hewan, maupun lingkungan rumah tetap bisa muncul.
 

2. Keranjang dan kandang hewan


Dilansir dari Bhg.com, keranjang perjalanan dan kandang juga sering terlupakan, setelah dipakai bepergian atau ke dokter hewan. Padahal ruang tertutup ini bisa menyimpan bulu, air liur, urine, debu, hingga bakteri yang menempel dari berbagai tempat.

Setelah setiap penggunaan, terutama jika hewan terlihat stres atau mengalami “kecelakaan” di dalam kandang, bagian dalam kandang sebaiknya langsung dibersihkan. Alas atau bantalan yang bisa dilepas juga perlu dicuci, agar tidak meninggalkan bau dan kuman.

Untuk kandang berukuran besar, pembersihan bisa dilakukan menggunakan selang air di luar ruangan, lalu dijemur hingga benar-benar kering.

Pembersihan mendalam disarankan dilakukan minimal setiap dua bulan sekali, terutama untuk kandang atau tas carrier yang dipakai setiap hari. Semua alas tidur, mainan, dan aksesori di dalamnya perlu dikeluarkan, sebelum bagian dalam dibersihkan menggunakan disinfektan, yang aman untuk hewan peliharaan.

Tas carrier berbahan lembut, juga perlu diperhatikan cara pencuciannya sesuai label produk. Hindari penggunaan bahan kimia terlalu keras, karena dapat mengganggu hidung, mata, atau kulit hewan.

Jika carrier memiliki alas tambahan atau insert di bagian bawah, bagian tersebut juga perlu dilepas dan dicuci secara terpisah, agar kebersihannya maksimal.
 

3. Alat perawatan hewan


Sisir, sikat bulu, hingga gunting kuku termasuk perlengkapan, yang langsung bersentuhan dengan kulit hewan setiap hari. Rambut rontok, minyak alami kulit, serpihan kulit mati, dan debu bisa cepat menumpuk di alat-alat tersebut.

Jika jarang dibersihkan, alat grooming dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur, yang berisiko memicu masalah kulit pada hewan peliharaan.

Oleh karena itu, rambut yang menempel sebaiknya langsung dibersihkan setiap selesai digunakan. Selain itu, alat grooming juga disarankan direndam menggunakan air sabun hangat, setiap beberapa minggu sekali agar tetap higienis.

Setelah dicuci, bilas dengan air bersih lalu pastikan alat benar-benar kering, sebelum disimpan kembali agar tidak lembap dan berjamur.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH