FAMILY

Apakah Anak yang Pilih-pilih Makan Berisiko Terkena Stunting?

Kumara Anggita
Selasa 27 Oktober 2020 / 09:04
Jakarta: Stunting adalah salah satu permasalahan yang perlu kita lawan bersama.
Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menyebutkan bahwa di Indonesia, sekitar 37% (hampir 9 Juta) anak balita mengalami stunting.

Data itu berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Dan di seluruh dunia, Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar.

Stunting bisa terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya adalah anak yang suka pilih-pilih makanan.

“Menurut Prof Dr. Rini Sekartini Sp.A, picky eater adalah gangguan perilaku makan pada anak yang berhubungan dengan perkembangan psikologis tumbuh kembang dan ditandai dengan keengganan anak mencoba makanan baru,” papar dr. Dewinta Kesuma Alam dalam Rompi di Aplikasi Orami parenting.

“Biasanya kondisi ini disebabkan oleh kurangnya variasi makanan pada anak, picky eater bisa saja memicu stunting jika anak nutrisinya berkurang,” lanjutnya.

Agar ini tak menjadi masalah lagi, dibutuhkan peran orang tua yang besar. Pastikan orang tua memenuhi kebutuhan nutrisinya setiap hari dengan cara yang menarik.

“Cara mencegangnya orang tua dapat lebih aktif dan kreatif saat memilih makan. Contoh misal anak tidak suka sayur, bisa dengan menata agar sayurnya tidak terlihat dengan dicampur ke telur atau makanan lainnya,” tutupnya.
(FIR)

MOST SEARCH