FAMILY

Mengenal Nenih, Sosok Kartini Peternak Perempuan Indonesia

A. Firdaus
Kamis 21 April 2022 / 09:06
Telah menjadi anak yatim karena sang ayah meninggal dunia sejak kecil, Nenih tak sempat memiliki kesempatan untuk meraih pendidikan terbaik. Nenih cuma mengandalkan perjuangan sang ibu yang bekerja sebagai peternak sapi perah. Selain itu ibunya pula yang membiayai dan membesarkan Nenih serta keempat kakaknya.

Keterbatasan membuat Nenih hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga Sekolah Dasar. Kendati demikian, dari sang ibu, Nenih belajar arti perjuangan. Pesan dan kecintaan pada ibunya pula, yang memicu Nenih untuk bisa menjadi perempuan yang lebih berdaya. Inilah mengapa, ketika mulai membina rumah tangganya sendiri, Nenih bertekad untuk memampukan diri, agar juga bisa memiliki penghasilan sendiri.

Nenih bersyukur, memiliki suami yang juga mendukung semangatnya ini. Dimulai dari merawat sapi orang lain dengan sistem bagi hasil, pada 2011 Nenih akhirnya berhasil mengumpulkan uang untuk membeli satu sapi perah miliknya sendiri.


Dari sang ibu, Nenih belajar arti perjuangan. (Foto: Frisian Flag Indonesia)


Bukan tanpa tantangan, sebagai perempuan dan juga ibu dua orang anak, Nenih paham betul tanggung jawab yang juga ia harus jalani setiap harinya. Apalagi, sebagai anggota masyarakat, perempuan asal Jawa Barat berusia 40 tahun juga aktif terlibat dalam organisasi kemasyarakatan seperti pengajian dan koperasi peternakan.

"Membagi waktu dan pikiran terkait urusan rumah, kandang, dan lingkungan menjadi tantangan yang saya rasakan. Apalagi di awal beternak, saya hanya menjalani usaha sebagaimana saya melihat ibu saya beternak. Sibuk cari rumput, belum kepikiran tentang cara pencatatan atau pembukuan," ujar Nenih.

"Tapi saya gak boleh nyerah, karena saya sudah punya cita-cita untuk bisa kasih anak-anak kesempatan sekolah yang lebih baik dari saya. Saya juga ingin jalanin pesan ibu saya, untuk bisa terus jadi peternak. Jadi saya harus terus maju, tentunya dengan dukungan dari keluarga juga," ujar perempuan yang akrab dipanggil Teh Nenih ini.


Nenih harus bisa membagi waktu dan pikiran terkait urusan rumah, kandang, dan lingkungan. (Foto: Frisian Flag Indonesia)

Semangat dan daya juang yang dimiliki Nenih membukakan jalan baginya untuk menimba ilmu peternakan hingga ke Belanda. Menjadi bagian dari inisiatif Dairy Development Program yang diusung Frisian Flag Indonesia, pada 2019, Nenih terbang ke Belanda untuk mempelajari cara mengelola peternakan sapi perah, langsung dari para peternak di Friesland.

Di sana, Nenih menimba ilmu terkait manajemen kandang, pemberian pakan, hingga metode pencatatan yang lebih baik. Memiliki ketertarikan dan keunggulan di bidang pencatatan, menjadi salah satu modal keberhasilan Nenih dalam mengembangkan usaha peternakan sapi perah miliknya.


Mimpi Nenih untuk menimba ilmu tercapai. Tak tanggung-tanggung ia mendapatkan pelajaran langsung ke Belanda di bidang peternakan. (Foto: Frisian Flag Indonesia)

Usaha yang terus berkembang, memberi berkah dan peningkatan kesejahteraan bagi Nenih dan keluarga kecilnya. Dari hasil usahanya, Nenih kini memiliki rumah yang lebih nyaman, serta kandang yang lebih luas untuk menampung 11 sapi perah miliknya.

Lebih dari itu, bersama suami, Nenih berhasil memberikan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anaknya. Putra pertamanya bahkan saat ini telah berhasil mandiri, dan menjadi anggota koperasi sapi perah di Jawa Barat.


Buah manis perjuangan, terlihat dari senyum Teh Nenih ini. (Foto: Frisian Flag Indonesia)

Sementara putra keduanya tengah menjalani pendidikan sebagai siswa SMA. Tak hanya untuk keluarga, kebermanfaatan juga terus Nenih tebarkan kepada rekan sesama peternak sapi perah di sekitarnya, dengan membagi ilmu dan pengalaman terkait peternakan yang dimilikinya.

Nenih belum berhenti. Ia masih terus mengejar mimpi, sekaligus memenuhi pesan dari mendiang sang ibu yang dicintai. Saat ini, Nenih tengah menyisihkan pendapatan untuk bisa menunaikan ibadah Haji ke Tanah Suci. Ia juga bermimpi, dapat melakukan regenerasi terkait usaha sapi perah kepada anak-anaknya kelak.
(FIR)

MOST SEARCH