FAMILY

Kopi Hitam Cegah Bayi Kejang, Itu Mitos!

Mia Vale
Kamis 07 Oktober 2021 / 20:29
Jakarta: "Bu, bayinya dikasih makan pisang aja, biar kenyang." "Bu, bayinya cegukan ya? Cepat, tempelin kertas di keningnya," atau "Bu, biar enggak kejang, jangan lupa kasih kopi, dua  sendok aja."

Ya, anjuran seperti di atas tentu pernah diberikan kepada ibu yang memiliki bayi. Entah dari tetangga, sanak saudara, bahkan dari orang tua atau mertua sendiri. Dan tak jarang di beberapa daerah (desa atau kota) tradisi tersebut masih dijalani. 

Tapi, bagaimana sebenarnya? Sebut saja pemberian kopi untuk bayi yang digadang-gadang bisa mencegah bayi kejang. Apakah itu benar? Atau hanya sekadar mitos belaka?
 

Mengapa anak bisa kejang?


Seperti dilansir dari WebMD, kejang terjadi karena adanya gangguan sinyal listrik pada otak yang tiba-tiba dan tidak terkendali di otak. Saat kejang inilah terjadi ketidakseimbangan di dalam otak yang kemudian timbul penurunan kesadaran dan gerakan-gerakan yang tidak disadari.

Tipe kejang pun ada berbagai macam. Ada yang sifatnya kelojotan (tonik klonik), ada juga yang membuat penderitanya hanya terdiam (kejang absans). 

Kejang demam dipicu dari riwayat kejang demam orang tua atau saudara yang pernah mengalaminya. Misal, waktu kecil, ibu atau ayahnya pernah terkena kejang demam, besar kemungkinan anaknya nanti juga mengalami hal yang sama.



(Dokter cantik, dr. Nadia alaydrus menerangkan tentang berbagai hal, dan kali ini ia menerangkan tentang mitos pemberian kopi untuk bayi yang sering dipercaya bisa mengobati kejang pada bayi. Video: Dok. Instagram dr. Nadia Alaydrus/@nadialaydrus)
 

Kafein justru bisa membuat kejang


Kafein dalam kopi merupakan salah satu zat stimulan yang saat masuk dalam tubuh akan membuat jantung berdetak lebih cepat dan membuat tubuh lebih energik. Itu mengapa orang dewasa memilih minum kopi untuk mengusir rasa kantuk dan lelah.

Tapi, apa jadinya, bila kopi itu masuk ke tubuh bayi yang seharusnya hanya mengonsumsi ASI dan MPASI bila sudah waktunya? Sudah pasti degup jantung yang lebih cepat akan dirasakan bayi. Bayi pun tidak nyaman. 

Bahkan menurut sejumlah penelitian, kafein dalam kopi bisa meningkatkan frekuensi kejang dan menjadi pemicu kejang pada penderita epilepsi.
 

Apa yang harus dilakukan bila anak kejang?


Ingat, jangan memberi kopi pada anak saat dia kejang. Hal itu justru akan membahayakan dirinya. Tradisi kopi dan bayi kejang ini pun menjadi concern tersendiri bagi dr. Nadia Alaydrus. 

Dalam unggahan Reels di Instagram miliknya (@nadialaydrus), ia mengatakan dengan tegas kalau pemberian kopi kepada bayi agar tidak kejang, adalah MITOS! 

Dokter cantik ini memberikan tips, pertolongan pertama yang harus dilakukan bila si buah hati mengalami kejang. Berikut yang harus dilakukan:

1. Jauhkan anak dari benda-benda berbahaya, seperti sumber listrik, benda tajam atau benda pecah belah

2. Baringkan dengan posisi miring agar muntahan dapat keluar dan tidak menyumbat saluran pernapasan

3. Jangan mengganjal mulut anak dengan sendok atau jari. Hal tersebut dapat menimbulkan cedera dan bila patah dapat masuk ke saluran napas anak

4. Jangan memberikan minum atau makan saat anak kejang karena hanya akan membuatnya tersedak

5. Bila sebelumnya anak sudah pernah kejang, dokter umumnya sudah memberikan obat yang dimasukkan lewat anus. Berikanlah obat tersebut sesuai dengan anjuran dokter

Jangan lupa, bila anak alami kejang, lakukan langkah antisipasi di atas dan segera bawa ke dokter untuk konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
(TIN)

MOST SEARCH