FITNESS & HEALTH

Studi: Konsistensi jadi Kunci Kestabilan Berat Badan

Kumara Anggita
Rabu 25 November 2020 / 14:02
Jakarta: Menurunkan berat badan dengan cepat adalah impian banyak orang. Namun kemungkinan risiko yang diterima juga akan besar.

Banyak orang mengatakan bahwa bila berat badanmu turun dengan cepat, maka naiknya juga akan cepat. Namun apakah ini benar?

Dikutip dari Health, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat penurunan berat badan seseorang tidak selalu menentukan hasil di kemudian hari. Satu studi, yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology, mendaftarkan lebih dari 200 pria dan perempuan dengan BMI tinggi.

Pada fase pertama, peserta ditugaskan untuk menerpakan rencana penurunan berat badan cepat selama 12 minggu, atau program penurunan berat badan bertahap 36 minggu. Kedua pendekatan tersebut dirancang untuk mengurangi bobot hingga 15%.

Kemudian, mereka yang kehilangan berat badan hingga 12,5% atau lebih selama fase pertama, ditempatkan kembali ke dalam rencana pemeliharaan berat fase dua selama 144 minggu.

Pada akhir penelitian, baik subjek yang mengalami penurunan berat badan secara bertahap dan mereka yang berada dalam kelompok penurunan berat badan cepat, mendapatkan kembali sebagian besar berat badannya yang hilang. Dengan kata lain berat badannya naik lagi.

Meskipun ini bukan hasil yang baik dalam hal pengelolaan berat badan, para peneliti mengatakan hasil ini menunjukkan bahwa tingkat berat badan tidak mempengaruhi proporsi berat badan kembali. Artinya, temuan ini tidak konsisten dengan keyakinan bahwa penurunan berat badan dengan cepat berarti naiknya juga akan cepat.

Yang penting dari pengurangan berat badan menurut ahli diet terdaftar, Cynthia Sass, MPH, RD adalah konsitensinya. Kamu perlu untuk mempertahankan gaya hidup yang sehat dalam jangka panjang.
(FIR)

MOST SEARCH