FITNESS & HEALTH

Gula Darah Tinggi Meningkatkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

Raka Lestari
Jumat 27 November 2020 / 17:07
Jakarta: Penelitian terbaru menemukan bahwa kadar gula darah tinggi berkolerasi dengan covid-19, bahkan pada orang yang tidak memiliki riwayat diabetes. Temuan tersebut menunjukkan perlunya pemeriksaan glukosa darah secara dini pada seseorang yang terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Para peneliti melakukan analisis data dari 11.312 pasien poppsitif covid-19 di 109 rumah sakit di Spanyol sejak 1 Maret hingga 31 Mei 2020. Usia rata-rata pasien adalah 67,06 tahun, dan 57,1% adalah laki-laki. Kadar gula darah diambil saat masuk rumah sakit, dan tim menggunakan informasi ini untuk mengkategorikan pasien menjadi tiga kelompok: gula darah normal, tinggi, dan sangat tinggi.

Dikutip dari Medical News Today, para peneliti menemukan bahwa kadar gula darah tinggi identik dengan pria yang lebih tua dengan riwayat diabetes, hipertensi, atau kondisi kesehatan lainnya. Tim peneliti juga mengamati tingkat peradangan yang lebih tinggi pada pasien dengan kadar gula darah tinggi.

Salah satu temuan paling menonjol dari penelitian ini adalah ketika kadar gula darah meningkat, risiko kematian akibat covid-19 juga meningkat. Dan hubungan ini tidak dipengaruhi oleh riwayat diabetes.

Dari 11.312 pasien yang dilibatkan dalam penelitian ini, 2.289 meninggal karena covid-19. Diantara kelompok ini, 41,1 persen memiliki kadar gula darah sangat tinggi, sedangkan 15,7 persen memiliki kadar normal.

Pasien dengan kadar gula darah yang sangat tinggi dirawat di rumah sakit sedikit lebih lama daripada pasien dengan kadar normal. Mereka juga membutuhkan bantuan unit perawatan yang lebih intensif dan ventilasi yang lebih invasif atau non-invasif.

“Kontrol glikemik dini mungkin merupakan pilihan terapeutik yang cocok untuk mengurangi hasil yang buruk pada pasien covid-19 hiperglikemik yang dirawat di rumah sakit dengan atau tanpa diagnosis diabetes sebelumnya,” ujar penulis studi.

Skrining glukosa darah setelah masuk rumah sakit mungkin penting untuk memprioritaskan perawatan untuk pasien berisiko tinggi kematian akibat covid-19. Intervensi dini ini akan sangat membantu kelompok ras dan etnis dengan kecenderungan diabetes tipe 2.
(YDH)

MOST SEARCH