FITNESS & HEALTH

Klaim Risiko Kematian Dini Lebih Rendah bagi Peminum Kopi? Begini Jawaban Ahli

Mia Vale
Selasa 07 Juni 2022 / 08:05
Jakarta: Berkisar 98 juta cangkir kopi diminum setiap hari di Inggris. Menurut Asosiasi Kopi Inggris, dengan Asosiasi Kopi Nasional mengungkapkan bahwa di AS angkanya berkisar 517 juta cangkir. 

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa minuman tersebut mungkin bermanfaat bagi kesehatan. Minum kopi dikaitkan dengan risiko kondisi yang lebih rendah mulai dari penyakit hati kronis hingga kanker tertentu dan bahkan demensia

Bahkan seperti yang dinukil The Guardian, menurut para ahli, orang yang minum kopi, baik dengan atau tanpa gula tampaknya memiliki risiko kematian dini yang lebih rendah. Namun begitu, para ahli memperingatkan bahwa temuan itu mungkin tidak tergantung pada minuman itu sendiri. 

Sekarang para peneliti di Tiongkok telah menemukan orang yang mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang setiap hari, baik yang dimaniskan dengan gula atau tidak, memiliki risiko kematian yang lebih rendah selama periode tujuh tahun dibandingkan mereka yang tidak. Hasil serupa ditemukan untuk kopi instan, bubuk, dan tanpa kafein. 


arti espresso adalah
(Istilah espresso sendiri pertama kali digunakan pada awal tahun 1900-an. Jika diterjemahkan, espresso diartikan sebagai 'secangkir kopi yang diseduh secara ekspres hanya untuk kamu'. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Setelah mempertimbangkan faktor-faktor termasuk usia, jenis kelamin, etnis, tingkat pendidikan, status merokok, jumlah aktivitas fisik, indeks massa tubuh dan diet, tim menemukan bahwa, dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi, orang yang mengonsumsi kopi tanpa pemanis memiliki risiko kematian paling rendah. 

Pengurangan terbesar, risiko kematian 29 persen lebih rendah, terlihat pada mereka yang minum antara 2,5 dan 4,5 cangkir sehari. 

Pengurangan risiko kematian juga terlihat pada kopi yang dimaniskan dengan gula, setidaknya bagi mereka yang minum antara 1,5 dan 3,5 cangkir sehari. Trennya kurang jelas bagi orang yang menggunakan pemanis buatan. 

Naveed Sattar, seorang profesor kedokteran metabolik di University of Glasgow yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, memperingatkan bahwa temuan tersebut kurang akurat. 

"Sifat observasional dari studi baru ini berarti kesimpulan ini jauh dari definitif," tandas Sattar. Prof Sattar menambahkan bahwa bukti genetik tidak menghubungkan kopi dengan manfaat kesehatan yang penting. 

Dalam editorial yang menyertainya, Dr Christina Wee, wakil editor jurnal, setuju bahwa temuan itu tidak konklusif. Tapi, tambahnya, tampaknya minum kopi, baik tanpa pemanis atau dengan jumlah gula yang sedikit, mungkin tidak berbahaya bagi kebanyakan orang. 
(TIN)

MOST SEARCH