FITNESS & HEALTH

Studi: Kecepatan Berjalan Bisa Jadi Tanda Indikasi Demensia

Yuni Yuli Yanti
Kamis 16 Juni 2022 / 11:00
Jakarta: Sebuah studi baru yang diterbitkan oleh jurnal JAMA Network Open menemukan hampir 17.000 orang dewasa di atas usia 65 tahun yang berjalan lebih lambat kemungkinan besar terkena demensia (penyakit yang menyebabkan penurunan daya ingat dan cara berpikir).  

"Hasil ini menyoroti pentingnya gaya berjalan dalam penilaian risiko demensia," tulis  Taya Collyer, seorang peneliti di Peninsula Clinical School di Monash University di Victoria, Australia, dikutip dari CNN.

Sementara itu, studi baru mengikuti sekelompok orang Amerika di atas usia 65 dan Australia di atas usia 70 selama tujuh tahun. Setiap tahun, orang-orang dalam penelitian ini diminta untuk mengambil tes kognitif yang mengukur penurunan kognitif secara keseluruhan, memori, kecepatan pemrosesan dan kelancaran verbal (berbicara).

Dua kali setiap tahun, subjek juga diminta berjalan 3 meter, atau sekitar 10 kaki. Kedua hasil tersebut kemudian dirata-ratakan untuk menentukan gaya berjalan khas orang tersebut. 


(Hubungan ganda antara kecepatan berjalan dan penurunan memori adalah prediksi demensia di kemudian hari. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


Di akhir penelitian, para peneliti menemukan bahwa risiko demensia tertinggi terjadi pada orang-orang yang tidak hanya berjalan lebih lamban tetapi juga menunjukkan beberapa tanda penurunan kognitif, kata Dr. Joe Verghese, seorang profesor geriatri dan neurologi, di Albert Einstein College of Medicine, Bronx, New York.

"Selanjutnya, orang yang mengalami penurunan ganda memiliki risiko demensia yang lebih tinggi daripada mereka yang memiliki gaya berjalan atau penurunan kognitif saja," tulis Verghese dalam editorial yang diterbitkan pada jurnal JAMA.

Hubungan ganda antara kecepatan berjalan dan penurunan memori adalah prediksi demensia di kemudian hari, sebuah meta-analisis 2020 dari hampir 9.000 orang dewasa Amerika ditemukan.

Namun terlepas dari temuan tersebut, "disfungsi gaya berjalan belum dianggap sebagai gambaran klinis awal pada pasien dengan penyakit Alzheimer," tulis Verghese.
(yyy)

MOST SEARCH