FITNESS & HEALTH

Ayo Terus Bergerak: 10.000 Langkah Sehari Kurangi Setengah Risiko Demensia

Mia Vale
Rabu 14 September 2022 / 12:05
Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa sekitar 55 juta orang saat ini menderita demensia, dan jumlahnya akan meningkat menjadi 139 juta pada tahun 2050. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa penyakit Alzheimer, bentuk paling umum dari demensia, memengaruhi berkisar 5,8 juta orang di Amerika Serikat saja.

Faktor risiko terbesar untuk demensia, menurut Alzheimer's Society, adalah penuaan dan genetika. Demensia paling sering terjadi pada mereka yang berusia di atas 75 tahun, dan memiliki kerabat dekat dengan demensia dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan gangguan tersebut. 

Faktor risiko lain yang tidak dapat kita kendalikan termasuk jenis kelamin di mana perempuan lebih berisiko daripada laki-laki. 

Dr Anton Porsteinsson, profesor dan direktur Program Perawatan, Penelitian dan Pendidikan Penyakit Alzheimer (AD-CARE) di Pusat Medis Universitas Rochester, mengatakan kepada Medical News Today, "Pendekatan luas dan sehat yang mempertimbangkan gaya hidup, diet, olahraga, stimulasi kognitif, sosialisasi, dan tidur semuanya membuat perbedaan. Banyak di antaranya bisa efektif bahkan jika dimulai di kemudian hari."


(Demensia bukan penyakit spesifik, tetapi merupakan sekelompok kondisi yang ditandai dengan penurunan setidaknya dua fungsi otak, seperti hilangnya memori dan kemampuan menilai. Dalam penelitian ditemukan bahkan sedikit olahraga ditemukan dapat membantu mengurangi risiko demensia. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Tingkatkan jumlah langkah


Menurut sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan di JAMA Neurology, hanya dengan meningkatkan jumlah langkah yang dilakukan seseorang setiap hari dapat mengurangi risiko demensia sebanyak 50 persen.

Kabar baik bagi mereka yang berjuang untuk menyesuaikan olahraga ke dalam rutinitas harian mereka, sebuah studi baru menunjukkan bahwa berjalan berkisar 4.000 langkah sehari dapat mengurangi risiko demensia sebesar 25 persen. 

Sedangkan meningkatkan jumlah langkah harian mereka menjadi hanya di bawah 10.000 dapat mengurangi separuh risiko seseorang terkena demensia.

“Ini adalah studi penting yang dapat membantu menginformasikan pedoman kesehatan masyarakat tentang jumlah aktivitas fisik yang diperlukan untuk menuai manfaat kesehatan,” ujar Dr Claire Sexton, Alzheimer’s Association senior director of scientific programs and outreach.
 

Tetap aktif 


Studi ini menambah bukti bahwa tetap aktif seiring bertambahnya usia dapat menjaga kesehatan fisik dan mental serta meningkatkan umur panjang. Studi skala besar lainnya terhadap hampir 650.000 veteran militer menemukan bahwa menjadi bugar secara fisik mengurangi risiko demensia hingga 33 persen.

Dalam penelitian ini, bahkan sedikit olahraga ditemukan untuk membantu mengurangi risiko demensia.

Analisis dari Alzheimer's Society of 11 studi menemukan bahwa, dari berolahraga secara teratur, tidak merokok, mengurangi asupan alkohol, menjaga berat badan yang sehat, dan makan makanan yang sehat, olahraga teraturlah yang memiliki dampak terbesar pada risiko demensia.

(TIN)

MOST SEARCH