COMMUNITY

Makin Unjuk Gigi, Keramika 2027 Siap Kumpulkan Pemain Dunia di Indonesia

Yatin Suleha
Rabu 07 Oktober 2026 / 09:11
Ringkasnya gini..
  • Industri keramik Indonesia lagi masuk ke fase pertumbuhan pesat yang terbilang jarang terjadi.
  • Berkat dukungan bahan baku lokal dan lainnya Indonesia pun mantap menargetkan posisi empat besar produsen keramik dunia.
  • Memanfaatkan momentum manis ini, Panorama Media ,ASAKI resmi meluncurkan Keramika Indonesia 2027
Jakarta: Industri keramik Indonesia lagi masuk ke fase pertumbuhan pesat yang terbilang jarang terjadi. Kapasitas produksi nasional diproyeksikan bakal tembus sekitar 672 juta meter persegi per tahun pada 2026, lalu makin melonjak sampai sekitar 728 juta meter persegi pada 2029.

Berkat dukungan bahan baku lokal, suntikan investasi baru, dan kebijakan penguatan industri dari pemerintah, Indonesia pun mantap menargetkan posisi empat besar produsen keramik dunia.

Memanfaatkan momentum manis ini, Panorama Media bareng Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) resmi meluncurkan Keramika Indonesia 2027, pameran industri keramik yang bakal digelar pada 10–13 Juni 2027 di NICE PIK 2, Banten.
 
Mengusung tema “From Indonesia to the World, Shaping the Future of Ceramics”, pameran ini bakal diadakan berbarengan sama Megabuild Indonesia, MegaFurniture, dan MegaProperty. Momen peluncuran ini sekaligus jadi penanda dibukanya pendaftaran buat para exhibitor dari dalam maupun luar negeri.

“Indonesia memiliki fondasi manufaktur yang kuat untuk membawa industri keramik nasional ke level yang lebih tinggi. Dengan ekspansi kapasitas, investasi, dan inovasi yang terus berjalan, kita punya peluang nyata untuk masuk empat besar produsen keramik dunia. Keramika 2027 menjadi momentum untuk menghubungkan industri nasional dengan teknologi, investasi, dan pasar global,” kata Edy Suyanto, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI).

Keramika 2027 dirancang sebagai platform bisnis, sourcing, dan networking yang mempertemukan pelaku industri keramik Indonesia dengan buyer, importir, distributor, pengembang, kontraktor, arsitek, desainer, hingga penyedia teknologi dari Indonesia, ASEAN, dan pasar internasional.

“Keramika 2027 kami hadirkan bukan hanya sebagai pameran, tetapi sebagai tempat bertemunya kekuatan manufaktur, teknologi, dan desain Indonesia dengan mitra bisnis dari berbagai negara. Kami ingin pelaku industri, baik lokal maupun internasional, ikut membangun pertemuan ini sejak awal,” ujar Royanto Handaya, President Director, Panorama Media.

Saat ini sekitar 95% produksi keramik nasional masih diserap pasar domestik. Angka tersebut menunjukkan besarnya permintaan dalam negeri, sekaligus ruang yang masih luas bagi produsen Indonesia untuk memperluas ekspor. 

Melalui International Buyer Program & Business Matching, Keramika 2027 akan mempertemukan produsen dengan buyer, importir, dan distributor mancanegara dalam pertemuan bisnis yang terkurasi, dengan arah yang konkret mulai dari kemitraan distribusi dan ekspor hingga pengadaan proyek.

 
keramika (2)
(Tumbuh pesat, industri keramik Indonesia resmi meluncurkan pameran Keramika Indonesia 2027 menuju empat besar dunia. Foto: Dok. Istimewa)


“Banyak produsen kita sudah siap dari sisi kualitas dan kapasitas, yang dibutuhkan adalah akses yang lebih langsung ke pembeli dan mitra di luar negeri. Kami berharap Keramika 2027 menjadi tempat para anggota ASAKI dan pelaku industri lainnya menampilkan kemampuan terbaiknya,” ujar Desi Natalia, Ketua Panitia Keramika indonesia. 

Dukungan pelaku industri terlihat sejak peluncuran, yang turut dihadiri oleh Roman, Platinum, Quadra, Arwana, Niro, KIA, Milan, Concord, Garuda, Atena, Arna, HLT, Hengtai.

Di area pameran, pengunjung akan menemukan seluruh rantai industri keramik. Sektor Ceramic & Porcelain Tiles menampilkan inovasi ubin dari sisi format, permukaan, dan desain untuk proyek hunian, komersial, dan hospitality. 

Sektor Raw Materials & Ceramic Technology menghadirkan bahan baku, glaze, digital printing, kiln, dan mesin terbaru, sementara Manufacturing & Production Solutions berfokus pada teknologi dan otomasi untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan kapasitas produksi. 

Sektor Surface & Design Innovation melengkapinya dengan material, finishing, dan teknologi permukaan yang membentuk tren keramik ke depan. Perkembangan di sisi desain ini menjadi perhatian kalangan desainer interior. 

“Keramik hari ini bukan lagi sekadar penutup lantai dan dinding, tetapi elemen yang menentukan karakter sebuah ruang. Desainer membutuhkan akses langsung ke inovasi format, tekstur, dan permukaan, dan pameran seperti ini mempertemukan kami dengan produsen sebelum sebuah proyek dimulai,” ujar Rica Jumaria Ishak, Sekretaris Jenderal Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Pusat.

Kebutuhan tersebut ditopang oleh aktivitas pembangunan yang terus tumbuh. Ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,11% pada 2025, dengan sektor konstruksi berkontribusi 9,83% terhadap PDB nasional. Karena digelar bersamaan dengan Megabuild Indonesia, MegaFurniture, dan MegaProperty, Keramika 2027 akan dikunjungi oleh pengembang, kontraktor, arsitek, dan pemilik proyek yang terlibat langsung dalam pemilihan material. 

“Arsitek mencari material yang menjawab kebutuhan desain, ketahanan, dan keberlanjutan sekaligus. Dialog yang lebih dekat antara arsitek dan industri akan mendorong lahirnya produk yang semakin sesuai dengan kebutuhan proyek di Indonesia,” kata Teguh Aryanto, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta.

Selama empat hari penyelenggaraan, rangkaian program akan melengkapi area pameran. ASAKI Ceramic Forum membahas perkembangan manufaktur, teknologi, investasi, kebijakan, dan peluang ekspor.
 
Ceramic Innovation Awards memberikan apresiasi bagi inovasi produk dan desain ubin terbaik, sedangkan Power Networking Lunch mempertemukan pemimpin industri, buyer, investor, dan mitra bisnis dalam suasana yang lebih personal. 

“Kawasan Banten dan sekitarnya terus berkembang dengan proyek hunian, komersial, dan kawasan baru. Forum dan pertemuan seperti ini memberi ruang bagi arsitek untuk bertukar pandangan dengan industri mengenai material yang paling tepat untuk kebutuhan tersebut,” ujar Shri Chandra Satryotom, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Banten.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH