COMMUNITY

Craftsmanship Indonesia Unjuk Gigi, Raih Pengakuan Bergengsi

Elang Riki Yanuar
Jumat 05 Juni 2026 / 19:00
Ringkasnya gini..
  • QUADRA mencetak rekor MURI lewat meja sintered stone seamless 5 meter, membuktikan inovasi manufaktur Indonesia berkelas global.
  • Teknologi produksi modern dan craftsmanship lokal mengantar QUADRA meraih pengakuan nasional serta menyaingi produk premium dunia.
  • Keramika 2026 menjadi panggung inovasi industri Indonesia lewat meja tanpa sambungan, material baru, dan koleksi moZaik bernuansa Nusantara.
Jakarta: Kemampuan industri dan craftsmanship Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di level global. Hal itu tercermin dari pencapaian terbaru QUADRA yang berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui inovasi meja sintered stone seamless atau tanpa sambungan terpanjang sepanjang 5 meter dalam ajang Keramika 2026.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa produk manufaktur dalam negeri tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga sanggup menghadirkan kualitas yang sejajar dengan standar internasional. Perpaduan teknologi modern dan keterampilan pengerjaan yang presisi menjadi kunci lahirnya produk inovatif tersebut.

Rekor MURI yang diraih QUADRA menambah daftar prestasi perusahaan sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, perusahaan ini juga mendapat pengakuan internasional melalui penghargaan Asia Pacific Property Awards untuk kategori Best Retail Architecture Indonesia berkat desain QUADRA Gallery Signature Bali.

Di balik pencapaian meja tanpa sambungan sepanjang 5 meter itu, terdapat proses manufaktur yang memanfaatkan teknologi Sacmi Continua+, teknologi asal Italia yang memungkinkan terciptanya material dengan karakteristik unggulan seperti tahan panas, tahan gores, tahan noda, dan memiliki tingkat porositas yang sangat rendah.

Pimpinan QUADRA & ROMAN, Willie Low, menjelaskan bahwa proses produksi dilakukan sepenuhnya di Indonesia dengan dukungan teknologi manufaktur mutakhir yang mampu menghasilkan slab berukuran besar dengan kualitas yang konsisten.

“Dengan inovasi teknologi manufaktur di pabrik QUADRA, material alami pilihan dipadatkan hingga mencapai tingkat yang optimal dan daya serap air nyaris nol untuk menciptakan slab berukuran super besar dengan konsistensi struktural yang sempurna. Inilah hasilnya meja sintered stone 5 meter tanpa sambungan,” ungkap Willie.

Keunggulan material tersebut membuat produk tidak hanya tampil menarik secara visual, tetapi juga memiliki fungsi yang mendukung kebutuhan ruang modern. Meja tanpa sambungan dinilai cocok digunakan pada berbagai aplikasi, mulai dari kitchen island di hunian hingga ruang rapat eksekutif yang membutuhkan tampilan elegan dan profesional.
Pengakuan terhadap inovasi ini juga datang dari MURI. Wakil Direktur Utama MURI Osmar Semesta Susilo menilai pencapaian tersebut menjadi contoh nyata bagaimana industri nasional mampu menghasilkan karya yang layak mendapat apresiasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Meja berbahan sintered stone yang berhasil dicatatkan sebagai rekor merupakan hasil produksi dalam negeri, dengan seluruh proses manufaktur dilakukan di fasilitas produksi di Indonesia. MURI berharap dengan rekor tersebut mampu menumbuhkan semangat, kreativitas, dan inovasi anak bangsa,” kata Osmar.



Apresiasi serupa disampaikan Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Edy Suyanto. Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan bahwa kualitas produk dalam negeri kini semakin kompetitif dan mampu bersaing dengan pemain global yang selama ini menjadi acuan industri.

"Penghargaan ini sebagai bukti nyata inovasi, teknologi dan kualitas produk QUADRA setara dengan produk-produk premium dari Eropa khususnya Italia dan Amerika Serikat. Bangga dan selalu menjadi yang terdepan," tutur Edy.

Tidak berhenti pada pencapaian rekor, perusahaan juga memperkenalkan sejumlah inovasi material terbaru dalam pameran Keramika 2026. Salah satunya adalah QUADRA eXential yang hadir dalam beberapa pilihan ukuran untuk memberikan fleksibilitas lebih besar bagi para arsitek dan desainer interior saat mengerjakan berbagai jenis proyek.

Selain itu, QUADRA turut menghadirkan sintered stone slab dengan ketebalan 6 milimeter. Material ini dirancang untuk menjawab kebutuhan desain modern yang mengutamakan kombinasi antara kekuatan, bobot ringan, dan kemudahan instalasi. Produk tersebut dapat diaplikasikan pada berbagai elemen interior seperti dinding, kabinet, pintu pivot hingga lantai ruang lift.

Sementara itu, inovasi lain juga datang dari ROMAN melalui peluncuran lini produk moZaik. Produk ini diproduksi di Indonesia dengan memadukan teknologi modern, kekayaan material alam Nusantara, serta sentuhan artistik yang mengedepankan detail dan nilai estetika.

Kehadiran moZaik sekaligus menjadi cerminan bagaimana industri nasional tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga berupaya mengangkat kekayaan budaya dan kreativitas lokal ke dalam produk bernilai tinggi. Langkah ini menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat diterjemahkan menjadi karya desain yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.

Willie menegaskan seluruh inovasi yang diperkenalkan perusahaan merupakan bagian dari upaya membuktikan bahwa industri Indonesia memiliki kapasitas untuk terus berkembang dan menciptakan produk berkualitas dunia.

“Melalui berbagai inovasi yang kami hadirkan, mulai dari meja seamless 5 meter, koleksi sintered stone dengan ketebalan 6mm hingga koleksi moZaik, merupakan wujud komitmen kami untuk membuktikan bahwa industri lokal mampu menghadirkan produk dengan standar kualitas global. Dalam inovasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa industri dalam negeri memiliki kemampuan untuk terus mendorong eksplorasi baru dalam desain interior dan arsitektur,” ujar Willie.

Pencapaian ini menjadi gambaran bahwa craftsmanship Indonesia kini tidak lagi sekadar menjadi pelengkap dalam industri manufaktur. Dengan dukungan teknologi, kreativitas, dan kualitas sumber daya manusia, karya anak bangsa semakin mampu menunjukkan bahwa produk lokal dapat berdiri sejajar dengan produk premium dari berbagai negara maju.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(ELG)

MOST SEARCH