COMMUNITY

Stop Mubazir! Warga Diajak Makin Bijak Kelola Makanan Biar Sampah Gak Numpuk

Yatin Suleha
Jumat 24 Juli 2026 / 18:59
Ringkasnya gini..
  • Pemprov DKI Jakarta lagi gencar-gencarnya ngajak warga buat lebih bijak ngelola makanan demi tekan angka sampah dari sumbernya.
  • Langkah ini krusial banget, mengingat sisa makanan alias food waste masih jadi penyumbang terbesar sampah organik.
  • Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bilang kalau ngurangin sisa makanan berdampak langsung ringankan beban sistem pengelolaan sampah.
Jakarta: Pemprov DKI Jakarta lagi gencar-gencarnya ngajak warga buat lebih bijak ngelola makanan demi tekan angka sampah dari sumbernya.

Langkah ini krusial banget, mengingat sisa makanan alias food waste masih jadi penyumbang terbesar sampah organik yang tiap hari harus diangkut dan diurus sama pemerintah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, bilang kalau ngurangin sisa makanan—baik dari lingkup rumah tangga maupun tempat usaha—bakal berdampak langsung buat ngeringanin beban sistem pengelolaan sampah di ibu kota.
 
“Semakin sedikit makanan yang terbuang, semakin kecil pula volume sampah yang harus dikumpulkan, diangkut, dan diolah. Karena itu, pengurangan sisa makanan harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat Jakarta,” ujarnya, Jumat (24/7) seperti dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
 

Dua gerakan


Lewat Gerakan Warga Jakarta Bijak Pangan dan Gerakan Pilah Sampah, warga benar-benar didorong buat lebih mindful—mulai dari ngerencanain belanja, mencegah makanan biar gak mubazir, manfaatin bahan yang masih layak, sampai rajin misahin sampah langsung dari rumah.

Dudi juga menambahkan, gerakan yang hasil kolaborasi bareng Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) ini juga ngerangkul banyak komunitas serta para pelaku usaha sektor HORECA (hotel, restoran, dan katering). 

Kerja sama ini jadi langkah penting buat ngebangun sistem pengelolaan sampah kota yang jauh lebih efektif dan berkelanjutan.

Faktanya, Jakarta saat ini masih ngasilin sekitar 9.059 ton sampah setiap harinya, di mana hampir separuhnya adalah sampah organik yang didominasi oleh sisa makanan.

Padahal, kontribusi kita tuh bisa dimulai dari hal-hal simpel banget, lho:


(Pemprov DKI dan IBCSD ajak warga bijak kelola pangan demi tekan sampah sisa makanan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

- Belanja sesuai kebutuhan aja
- Ambil makanan secukupnya
- Habisin makanan di piring
- Olah lagi bahan pangan yang masih layak konsumsi
- Pisahin sampah organik dan anorganik dengan benar

“Sampah sisa makanan yang terus meningkat memberikan beban besar terhadap sistem pengelolaan sampah perkotaan. Karena itu, pengurangannya harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari dalam mengelola pangan,” jelasnya.
 

Perubahan kebiasaan


Executive Director IBCSD, Indah Budiani mengatakan, Gerakan Warga Jakarta Bijak Pangan mendorong masyarakat memandang sisa makanan sebagai persoalan yang dapat dicegah melalui perubahan kebiasaan.

Peluncuran gerakan tersebut diawali dengan kegiatan Demo Masak Bapak-Bapak Bijak Pangan yang menampilkan para pria mengolah bahan pangan tersisa menjadi hidangan baru.

Ia menilai, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pengelolaan pangan bukan hanya tanggung jawab perempuan, melainkan tanggung jawab seluruh anggota keluarga.

“Masyarakat dapat menerapkan kebiasaan sederhana, seperti merencanakan belanja sesuai kebutuhan, menyimpan pangan dengan benar agar lebih tahan lama, mengolah kembali makanan yang masih layak, hingga menyalurkannya kepada mereka yang membutuhkan,” ucapnya.

Menurutnya, perubahan kebiasaan di rumah dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten oleh jutaan warga Jakarta. 
 
Selain mengurangi sampah, pengelolaan pangan yang bijak juga membantu menghemat pengeluaran rumah tangga dan memperkuat kepedulian sosial.

Diharapkan, Gerakan Warga Jakarta Bijak Pangan dan Gerakan Pilah Sampah dapat berkembang menjadi gerakan bersama. 

“Melalui keterlibatan pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha, jumlah sisa makanan yang berakhir menjadi sampah dapat terus ditekan sejak dari sumber,” tandasnya.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH