End Google Analytics -->
COMMUNITY

Makna Barongsai pada Perayaan Hari Besar Imlek

Medcom
Minggu 22 Januari 2023 / 08:00
Jakarta: Imlek adalah perayaan Tahun Baru China. Di negara empat musim juga populer sebagai Festival Musim Semi, untuk menyambut pergantian musim. Karena didasarkan pada kalender lunar, tanggalnya bervariasi setiap tahun. Tahun 2023 ini kita merayakan Tahun Baru Imlek 2574 pada tanggal 22 Januari.

Pada Perayaan Imlek ini merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan kemakmuran yang baik. Salah satu tradisi Tionghoa Indonesia pada malam tahun baru Imlek adalah makan malam besar bersama keluarga. 

Beberapa melanjutkan kemeriahan dengan berdoa di kuil. Pada hari tahun baru, anggota keluarga yang lebih muda mengunjungi orang tua dan orang tua mereka untuk menyambut mereka dan anak-anak biasanya mendapatkan angpau, sebuah amplop merah berisi uang.

Selain itu, pada hari Imlek juga banyak acara yang dirayakan untuk memeriahkan tahun baru ini. Salah satunya ada barongsai.
 

Simbol barongsai


Dalam budaya Tionghoa, singa melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan keunggulan. Orang-orang melakukan barongsai di festival Tionghoa atau acara besar untuk membawa keberuntungan dan mengusir roh jahat.

Barongsai adalah salah satu tradisi terpenting di Tahun Baru Imlek. Itu dilakukan untuk membawa kemakmuran dan keberuntungan untuk tahun yang akan datang. Barongsai juga merupakan cara untuk menciptakan suasana meriah dan membawa kebahagiaan.


(Pertunjukan barongsai di festival Tionghoa atau acara besar bertujuan untuk mengusir roh jahat. Barongsai juga merupakan cara untuk menciptakan suasana meriah dan membawa kebahagiaan. Foto: Ilustrasi/Dok. Unsplash.com)

Bagaimana cara memainkannya?


Barongsai adalah boneka besar berbentuk naga/singa berukuran antara empat sampai enam meter yang diawaki oleh dua atau tiga orang penari. Penari yang menguasai kepala barongsai harus menguasai Kung Fu karena banyak langkah dalam tarian yang menyerupai gerakan Kung Fu. 

Penari harus memiliki kekuatan dan daya tahan yang hebat saat menggunakan naga yang lebih besar karena beratnya bisa mencapai beberapa ratus kilogram.

Pasukan barongsai yang terdiri dari sedikitnya 10 orang akan tiba dengan truk dan orkestra pengiring sudah terdengar jauh sebelum kedatangan. Genderang, lonceng, dan simbol menyediakan musik untuk tarian. 

Keluarga senang dikunjungi Barongsai karena merasa membawa keberuntungan. Di akhir tarian, penonton menempatkan angpau di mulut Barongsai sebagai apresiasi atas pertunjukan tersebut. 

Bergantung pada organisasi yang mendukung pasukan, sebagian besar uang yang terkumpul digunakan untuk kerja sosial.



Nandhita Nur Fadjriah
(TIN)

MOST SEARCH