COMMUNITY

3 Berita Terpopuler Gaya: Big Bang Jakarta 2022 Hingga Esteem Need dan Self Actualization

Yatin Suleha
Senin 09 Mei 2022 / 06:05
Jakarta: Big Bang Festival adalah pameran cuci gudang terbesar yang telah diadakan di Jakarta dan Surabaya. Pertama kali diselenggarakan di JIExpo Kemayoran Jakarta. Dan kali ini bisa menjadi salah satu destinasi libur Lebaran kamu dan keluarga atau dengan sahabat kamu.

Big Bang Jakarta 2022 edisi Ramadan digelar dari tanggal 22 April 2022 hingga 8 Mei 2022 diramaikan dengan konser musik dan festival kuliner dan telah menghibur lebih dari 500 ribu pengunjung selama hampir 17 hari penyelenggaraannya. 

Berikut ini, Medcom.id/gaya merangkum berita menarik yang terjadi sepanjang Sabtu, 7 Mei 2022:
 

1. Big Bang Jakarta 2022 Bisa Menjadi Alternatif Destinasi Liburan Lebaran


Momentum libur Lebaran kerap digunakan sebagian masyarakat Jakarta untuk mudik atau pulang kampung. Namun, sebagian lainnya memilih menikmati hari libur lebaran dengan mengunjungi tempat hiburan. Selain taman rekreasi dan museum, Acara Big Bang Jakarta 2022 bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

Acara yang berlokasi di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat ini bisa dijadikan salah satu satu destinasi liburan Lebaran, lantaran memiliki berbagai program. Antara lain Ramadan Sale, Parade Ramadan, Kultum, Flash Sale, dan lainnya.



Selengkapnya klik di sini
 

2. Menparekraf Sandiaga Uno Apresiasi Posko Mudik Kolaborasi dengan Swasta


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi keberadaan puluhan posko mudik yang didirikan hasil kolaborasi pemerintah dan swasta. Swasta yang terlibat dalam penyediaan posko mudik ini, menurut Sandiaga, selama ini sudah memberikan dukungan banyak bagi berbagai kegiatan Kemenparekraf.

"Partner kita Enesis selama ini sudah mendukung banyak sekali kegiatan kita," kata Sandiaga dikutip dari pernyataan pers, Sabtu.



Selengkapnya klik di sini
 

3. Esteem Need dan Self Actualization, Pemicu Kelas Menengah Membeli Barang Palsu


Belakangan banyak pemberitaan mendalam yang membahas tentang kelas menengah doyan membeli barang palsu. Fenomena ini terjadi mayoritas dilakukan oleh Generasi Milenial.

Hal ini, menurut Psikolog Efnie Indrianie, didasari oleh kebutuhan dasar seseorang dan bukan sebuah tren. Menurutnya, ada dua kebutuhan yang menjadi seseorang membeli brand atau barang palsu.

"Dua di antara need tersebut adalah esteem need dan self actualization. Esteem need mendorong seseorang untuk memiliki status dan dikenal," ujar Efnie kepada Medcom.id.



Selengkapnya klik di sini
(TIN)

MOST SEARCH