COMMUNITY

Terapkan Prinsip Kesejahteraan Hewan, Begini Sistem Peternakan Ayam McD di Cianjur

Yuni Yuli Yanti
Kamis 19 Mei 2022 / 07:00
Jakarta: Menyadari bahwa masyarakat Indonesia saat ini tidak hanya mencari kualitas rasa, tapi juga memperhatikan keamanan dari mutu makanan. McDonald’s Indonesia mengajak masyarakat mengetahui bagaimana mereka menjaga kualitas bahan makanan dengan cara menerapkan berbagai prosedur dan standarisasi yang memastikan kesejahteraan ayam di peternakan.  

Imam Gazali selaku QA Manager McDonald’s Indonesia mengatakan untuk menghasilkan kualitas daging ayam terbaik, McD menerapkan prinsip kesehatan dan kesejahteraan hewan. 

Mulai dari proses pengecekan kesehatan secara berkala, memberikan kenyamanan maksimal, menggunakan sistem ventilasi khusus untuk menjaga suhu ruangan agar tetap sejuk, dan memberikan ruang gerak yang cukup. Juga, melakukan kontrol kualitas dan kuantitas pakan ternak serta menciptakan lingkungan dan tempat berjalan yang menyerupai habitat alami.


(Kondisi ayam di peternakan PT. QL Trimitra di Cianjur. Foto: Dok. McDonald’s Indonesia)


"Dengan luas 14 hektar dan terdapat 20 kandang ayam di dalamnya, McD selalu memastikan agar ayam memiliki ruang gerak yang cukup luas, sehingga mereka merasa nyaman dan tidak stres. Karena hal itu sangat memengaruhi kualitas daging ayamnya nanti," tutur Imam pada Virtual Tour: Mengenal Sistem Peternakan Ayam McDonald’s Indonesia, Rabu (18/5).

Selain itu, untuk menjaga keamanan McDonald’s Indonesia juga menerapkan prosedur keamanan hayati atau biosecurity. Prosedur ini meliputi sanitasi yang berarti menjaga kebersihan semua elemen, baik dari para pekerja hingga ekosistem kandang. 


(Petugas sedang memberi makan ayam dengan mesin pakan otomatis. Foto: Dok. McDonald’s Indonesia)

Juga, proses isolasi yakni sebuah tindakan untuk mencegah kontak di antara hewan pada suatu area atau lingkungan. Tindakan yang paling penting dalam pengendalian penyakit adalah meminimalkan pergerakan hewan dan kontak dengan hewan yang baru datang. 

Di peternakan yang berlokasi di Cianjur ini juga memiliki tenaga kesehatan yang bertugas mengawasi ayam-ayam ini. Jadi, kalau ada ayam yang kelihatannya tidak sehat, segera dipisahkan dari populasi untuk diperiksa lebih lanjut.

"Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran penyakit bila memang ada hewan yang sakit. Dan, setiap kali panen selalu dibersihkan dan diganti alasnya dengan yang baru supaya tetap terjaga kebersihannya. Sehingga, kami bisa memenuhi kebutuhan 900 ribu ayam tiap kali panen dengan kualitas terbaik," pungkas Imam. 
(yyy)

MOST SEARCH