YOUR FASHION

Dukung Inovasi Berkelanjutan, Mulberry Tambahkan ID Digital pada Rangkaian Koleksi Terbarunya

Yuni Yuli Yanti
Rabu 22 Juni 2022 / 10:00
Jakarta: Merek fashion mewah asal Inggris, Mulberry akan menambahkan ID digital untuk meningkatkan sirkularitas dan keterlacakan pada semua rangkaian produknya pada tahun 2025. Dimulai pada bulan Juni dengan tas bekas dari program penjualan kembali, Mulberry Exchange.

Pemilik item barang kulit Mulberry akan dapat menggunakan NFC untuk terhubung dengan smartphone mereka, sehingga konsumen dapat mengakses informasi produk, layanan  otentikasi, perbaikan, dan penjualan kembali.

"Kami sangat bangga dalam menciptakan objek yang dibuat untuk bertahan lama, untuk dicintai dan diteruskan ke generasi berikutnya," kata CEO Mulberry Thierry Andretta dikutip dari Fashion United. 

Andretta mengungkapkan melalui ID digital, Mulberry dapat menawarkan peningkatan transparansi kepada pelanggan, memberikan layanan seperti perbaikan seumur hidup, pembelian kembali dan penjualan kembali, serta memastikan bahwa setiap tas dapat memiliki banyak masa pakai.



"Langkah ini sejalan dengan komitmen Mulberry sebelumnya terhadap tujuan Gugus Tugas Mode Prakarsa Pasar Berkelanjutan, yang terdiri dari CEO sektor swasta dan bertujuan untuk mendorong tindakan kolektif menuju masa depan yang berkelanjutan. Perusahaan mengatakan itu adalah yang pertama dari merek mewah dalam inisiatif untuk mengumumkan peluncuran produk digital dalam koleksinya," jelasnya. 

Demo tas kulit yang dilengkapi dengan ID digital dipamerkan di Global Fashion Summit di Kopenhagen pada 8 Juni oleh CEO Mulberry Thierry Andretta dan pendiri dan CEO EON Natasha Franck.

Mulberry bekerja sama dengan perusahaan ID digital EON, yang juga bekerja dengan H&M, Yoox Net-A-Porter dan Zalando.

Pendiri dan CEO EON Natasha Franck mengatakan brand bergerak untuk menerapkan ID Digital di seluruh portofolio produk mereka, didorong oleh peningkatan permintaan pelanggan untuk transparansi produk.

"Pasar penjualan kembali berkembang pesat sehingga membutuhkan konektivitas dengan teknologi. Selain itu, juga karena kebijakan mendatang yang telah ditetapkan untuk setiap produk wajib membuat ID produk digital," pungkas Franck. 
(yyy)

MOST SEARCH