BEAUTY

Ladies, Ini Pentingnya Menggunakan Skincare yang Sudah Terdaftar BPOM

Yuni Yuli Yanti
Senin 18 April 2022 / 08:00
Jakarta: Saat ini, produk perawatan kulit wajah menjadi salah satu bisnis dan tren kecantikan yang terus meningkat dan berkembang di Indonesia. Pasalnya, baik wanita maupun pria mulai menyadari akan pentingnya merawat kulit wajah sejak dini untuk mendapatkan kulit yang cerah, lembap dan sehat. 

Namun, saking banyaknya produk skincare dan kosmetik di pasaran, tak sedikit dari mereka yang hanya membeli produk karena lagi viral, pengaruh teman atau bahkan influencer di media sosial. 

Perilaku belanja skincare yang seperti itu tentu menyebabkan beberapa hal yang dapat merugikan diri sendiri. Mulai dari penggunaan produk palsu, produk tidak sesuai dengan jenis kulit, produk mengandung bahan berbahaya hingga penumpukan sampah kosmetik karena tidak dipakai dan terbuang percuma. 

Oleh karena itu, dr. Arini Widodo, SpKK mengatakan sangat penting untuk menggunakan skincare yang telah memiliki sertifikat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 


(Pastikan kamu selalu memeriksa apakah produk skincare dan kosmetik sudah terdaftar BPOM sebelum menggunakannya. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


"Memiliki skincare yang sudah teregistrasi BPOM untuk menjamin keamanannya, karena meskipun mengandung bahan yang alami atau natural, belum tentu itu aman. Di sini konsumen harus berperan untuk lebih kritis dan memiliki edukasi yang cukup mengenai bahaya kosmetik ilegal. Ingat, produk yang sudah lolos BPOM paling tidak sudah diseleksi dari tiga aspek yaitu: Keamanan, Kemanfaatan, dan Mutu, sedangkan produk yang ilegal tidak memiliki garansi aspek-aspek tersebut," jelas dr. Arini dalam acara peresmian Bioaqua Showroom, pada Minggu, 27 Maret 2022, di Pantai Indah Kapuk, Jakarta. 

Lebih lanjut, dr. Arini menambahkan bahwa konsumen dapat menginput nomor BPOM produk di website BPOM https://cekbpom.pom.go.id untuk memastikan kesahihannya. Selain itu, produk yang di jual bebas seharusnya masuk kategori kosmetik, bukan obat. 

"Menjadi konsumen yang kritis akan membantu agar masyarakat dapat terlindungi dari produk yang dapat membahayakan kesehatan," pungkas dr. Arini. 
(yyy)

MOST SEARCH