BEAUTY

Mengenal Skin Fasting dan Siapa yang Bisa Melakukannya?

Raka Lestari
Sabtu 16 Oktober 2021 / 17:14
Jakarta: Untuk melindungi kulit wajah, kita akan memilih berbagai jenis skincare agar kulit tetap sehat dan terawat. Namun saat ini ada tren baru yaitu skin fasting yang dianggap bisa membantu kulit melakukan detoks dari racun-racun.
 

Mengenal skin fasting


Skin fasting adalah saat di mana kita mengistirahatkan kulit dari semua jenis skincare atau rutinitas yang dilakukan. Tujuannya, untuk memberikan waktu bagi kulit bernapas, beristirahat, dan mengatur ulang.

"Secara teori, skin fasting membiarkan kulit untuk berfungsi secara alami sebagaimana mestinya tanpa bantukan produk apapun. Meskipun konsepnya cukup mudah, metodologinya dapat bervariasi dari orang ke orang,” kata Dr Lindsey Zubritsky, MD, adalah dokter kulit bersertifikat yang berbasis di Pittsburgh, Pennsylvania.

“Seperti puasa yang berhubungan dengan makanan, mungkin ada tingkat yang berbeda tentang seberapa banyak kamu bisa melakukannya dan untuk berapa lama,” kata Karen Fernandez, ahli kecantikan utama di SkinSpirit.

Teorinya, membiarkan kulit untuk membangun kembali lapisan stratum korneum pelindungnya, untuk mendorong kesehatan dan ketahanan kulit yang lebih baik. Cara ini juga bisa menjadi cara yang baik untuk mendeteksi produk yang menyebabkan iritasi, berjerawat, atau masalah kulit lainnya.
 

Siapa yang harus menghindari skin fasting?


“Saya tidak merekomendasikan skin fasting bagi mereka yang memiliki gangguan kulit seperti eksim, jerawat yang tidak terkontrol, rosacea, melasma, atau gangguan kulit lainnya yang membutuhkan produk topikal untuk membantu,” kata Zubritsky.

Natalie Aguilar, perawat dermatologis dan ahli kecantikan selebriti yang berbasis di Los Angeles menyarankan, untuk berbicara dengan dokter kulit, jika ingin mengambil istirahat dari produk atau pengobatan apa pun yang kamu gunakan saat ini. Sebab beberapa produk mungkin tidak boleh dihentikan.
 

Siapa yang bisa mencoba skin fasting?


“Mereka yang memiliki kepekaan kulit dapat mengambil manfaat dari skin fasting. Ini dapat memberi waktu pada kulit untuk tidak memiliki bahan aktif yang dapat memicu peradangan,” kata Fernandez.

Dia menambahkan bahwa skin fasting lebih bermanfaat bagi mereka yang memiliki kulit kering dan kulit berminyak. Dan mereka yang rawan berjerawat tidak akan mendapat manfaat dari skin fasting secara penuh dalam jangka waktu berapa pun.
(FIR)

MOST SEARCH