BEAUTY

Kenapa Parfum yang Sama Bisa Berbeda Wanginya di Tiap Orang?

A. Firdaus
Selasa 13 Oktober 2026 / 14:46
Ringkasnya gini..
  • Parfum yang sama bisa tercium berbeda saat dipakai orang yang berbeda karena interaksi wewangian dengan kondisi kulit dan aroma alami tubuh.
  • Produk perawatan, suhu, dan aktivitas sehari-hari juga bisa memengaruhi bagaimana aroma parfum berkembang.
  • Biar nggak zonk setelah checkout, coba parfum langsung di kulit dan tunggu beberapa saat sebelum memutuskan membeli.

Jakarta: Pernah nggak, kamu mencium parfum teman dan langsung mikir, “Wah, ini wanginya enak banget!” Karena penasaran, kamu akhirnya beli parfum yang sama. Eh, pas dipakai sendiri, wanginya malah terasa beda. Bukannya nggak enak, tetapi kok rasanya nggak sama seperti yang kamu cium sebelumnya?

Tenang, kamu nggak salah cium, kok. Parfum memang bisa memberikan pengalaman aroma yang berbeda saat dipakai orang yang berbeda. Ada beberapa faktor yang ikut memengaruhi bagaimana wanginya tercium, mulai dari kondisi kulit sampai aroma alami tubuh.


 

Serene Perfume Ritual at the Vanity

Mencoba parfum pada pergelangan tangan untuk mengenali aroma wewangian. (Foto: AI Generated)

 

Parfum dan kulit ternyata saling berinteraksi

Dalam penelitian berjudul Insight into how skin changes perfume yang diterbitkan di International Journal of Cosmetic Science pada 1996, K. D. Perring dan K. M. Tuck meneliti interaksi parfum dengan kulit.

Penelitian tersebut menemukan bahwa perilaku parfum di kulit berbeda dibandingkan saat berada di permukaan seperti kaca. Namun, perubahan kimiawi pada parfum di kulit yang bersih dan kering ditemukan relatif rendah. Jadi, perbedaan aroma nggak bisa langsung disimpulkan hanya karena reaksi kimia kulit.

Sementara itu, Kenneth Timmis, peneliti mikrobiologi, membahas faktor biologis yang membentuk aroma tubuh dalam artikel ilmiah di jurnal Microbial Biotechnology pada 2009. Aroma tubuh dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk zat yang dihasilkan kulit dan aktivitas mikroorganisme.

Artinya, aroma alami tubuh juga bisa ikut memengaruhi pengalaman saat memakai parfum. Meski begitu, bukan berarti parfum pasti berubah drastis ketika disemprotkan ke kulit setiap orang.

 

 

Kenapa wanginya bisa beda, ya?

Ada beberapa faktor yang bisa ikut memengaruhi aroma parfum.

Pertama, kondisi kulit. Kelembapan, minyak alami, dan suhu kulit bisa memengaruhi penguapan molekul wewangian. Akibatnya, intensitas aroma yang tercium bisa terasa berbeda.

Kedua, aroma alami tubuh. Setiap orang punya karakteristik aroma tubuh yang berbeda. Ketika bercampur dengan parfum, hasil akhirnya belum tentu tercium persis sama.

Ketiga, produk yang dipakai bersamaan. Losion, sabun, dan deodoran beraroma bisa bercampur dengan parfum sehingga menghasilkan kombinasi aroma yang berbeda.

Selain itu, cuaca dan aktivitas juga bisa berpengaruh. Wangi parfum saat baru disemprotkan belum tentu sama beberapa jam kemudian karena komponen wewangian menguap dengan kecepatan berbeda.

 

Tips memilih parfum biar nggak zonk

Biar nggak menyesal setelah checkout, jangan cuma mengandalkan wangi parfum di kulit teman atau kertas tester.

Coba semprotkan parfum langsung ke kulit sendiri, lalu tunggu beberapa saat. Cium kembali aromanya setelah beberapa waktu untuk melihat bagaimana wanginya berkembang.

Hindari mencoba terlalu banyak parfum sekaligus karena hidung bisa kesulitan membedakan aromanya. Kalau masih ragu, coba beli sampel berukuran kecil sebelum memutuskan membeli botol penuh.

Jadi, kalau parfum favorit teman ternyata wanginya beda saat kamu pakai, nggak perlu langsung kecewa. Bisa jadi, aroma yang paling cocok buat kamu memang berbeda. Makanya, sebelum checkout, coba dulu di kulit sendiri, ya!

Desi I.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH