BEAUTY

Perfumer Prancis Bagikan Ilmu Meracik Wewangian di Indonesia

Elang Riki Yanuar
Kamis 01 Oktober 2026 / 16:00
Ringkasnya gini..
  • Perfumer Prancis Pauline Ginisty berbagi wawasan tentang proses kreatif menciptakan aroma dan perkembangan industri wewangian Indonesia.
  • Tren wewangian Indonesia semakin beragam seiring perubahan selera konsumen, budaya, cuaca, dan gaya hidup yang memengaruhi pilihan aroma.
  • Industri wewangian Indonesia dinilai punya peluang berkembang karena pelaku industri semakin terbuka terhadap inovasi dan tren perfumery global.
Jakarta: Perkembangan tren wewangian di Indonesia terus menarik perhatian seiring semakin beragamnya pilihan aroma yang hadir di pasaran. Perubahan selera konsumen turut mendorong pelaku industri untuk memahami lebih jauh proses di balik terciptanya sebuah fragrance.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam acara Inside the Brain of a Perfumer yang digelar di The Summit Club, WTC Sudirman, Jakarta, pada 9 September 2026. Kegiatan ini menghadirkan perfumer asal Prancis, Pauline Ginisty, untuk berbagi perspektif mengenai proses kreatif dalam menciptakan aroma.

Bagi seorang perfumer, merancang wewangian bukan sekadar mencampurkan berbagai bahan hingga menghasilkan aroma yang harum. Ada proses panjang untuk menentukan karakter, suasana, serta kesan yang ingin dibangun dari sebuah fragrance.

Pauline melihat perkembangan industri fragrance di Indonesia sebagai peluang yang menarik. Menurut dia, keterbukaan pelaku industri terhadap inovasi menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong perkembangan pasar wewangian.

“Industri fragrance di Indonesia saat ini berada di posisi yang sangat bagus dengan pertumbuhan yang menjanjikan. Saya melihat pelaku industri di sini memiliki ketertarikan yang tinggi dan sangat terbuka terhadap inovasi. Saya sangat antusias dan siap menguji serta mengantisipasi berbagai peluang maupun tren yang akan datang di industri platform dan wewangian, terutama di Indonesia yang karakternya begitu kaya dan dinamis,” jelas Pauline.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak melihat proses berpikir seorang perfumer ketika mulai mengembangkan sebuah aroma. Sebuah gagasan perlu diterjemahkan menjadi karakter aroma yang memiliki identitas sekaligus sesuai dengan kebutuhan pasar.

Pembahasan mengenai proses kreatif tersebut juga memperlihatkan bagaimana wewangian dapat berkaitan dengan emosi. Aroma tertentu dapat memberikan kesan berbeda, mulai dari segar, hangat, elegan hingga memberikan nuansa tertentu yang melekat pada penggunanya.

Preferensi terhadap aroma juga tidak dapat dilepaskan dari karakter masyarakat dan wilayah. Perbedaan budaya, cuaca, kebiasaan, serta gaya hidup dapat memengaruhi jenis wewangian yang dianggap menarik oleh konsumen.

Karena itu, tren fragrance di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan aroma yang sedang populer. Di balik sebuah wewangian terdapat proses membaca perubahan selera konsumen dan mencari karakter aroma yang dapat diterima oleh pasar.

Peserta acara juga mendapat kesempatan mengeksplorasi berbagai karakter aroma melalui fragrance showcase. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana perbedaan bahan dan karakter aroma dapat membentuk pengalaman penciuman yang berbeda.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Chemarome Indonesia untuk mempertemukan pengetahuan perfumery internasional dengan perkembangan industri fragrance di Indonesia. Penyelenggara menilai pemahaman mengenai proses pembuatan aroma dapat membantu pelaku industri melihat perkembangan wewangian dari perspektif yang lebih luas.

“Kami ingin menyediakan pengetahuan secara menyeluruh mengenai fragrance sehingga memberikan dampak berkelanjutan seperti penghubung antara keahlian perfumer internasional dan perkembangan industri fragrance di Indonesia,” ujar Dinda, Brand Experience Manager Chemarome.

Menurut Dinda, proses menciptakan fragrance perlu dipahami lebih jauh karena sebuah aroma tidak hanya ditentukan oleh selera suka atau tidak suka. Ada kreativitas, pemahaman terhadap pasar, serta keahlian perfumer yang ikut menentukan hasil akhirnya.

“Kami ingin membawa proses di balik perfumery lebih dekat kepada industri di Indonesia. Bukan hanya tentang aroma yang disukai atau tidak disukai, tetapi tentang bagaimana sebuah fragrance dibangun melalui kreativitas, pemahaman terhadap market, dan expertise seorang perfumer,” ujar Dinda.

Melihat perkembangan tersebut, wawasan mengenai dunia perfumery menjadi semakin relevan ketika tren wewangian di Indonesia terus berubah. Konsumen kini tidak hanya berhadapan dengan pilihan aroma yang semakin beragam, tetapi juga cerita dan konsep yang dibangun di balik setiap wewangian.

Chemarome Indonesia berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda tahunan. Perusahaan juga membuka kemungkinan menghadirkan perfumer dari Prancis lainnya untuk berbagi pengalaman dan perspektif mengenai perkembangan dunia wewangian.

Kehadiran perfumer internasional tersebut diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memberikan gambaran mengenai perkembangan tren fragrance global. Bagi industri lokal, pemahaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses membaca arah pasar wewangian Indonesia yang terus berkembang.








 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)

MOST SEARCH