BEAUTY
Rahasia Glass Skin ala Korea: DNA Salmon & Layering Treatment!
Yatin Suleha
Rabu 17 Juni 2026 / 17:35
- Tren skincare ala Korea emang juara banget di Indonesia karena hasilnya yang totalitas.
- Salah satu yang lagi hits adalah layering treatment, yaitu teknik menggabungkan beberapa prosedur dalam satu sesi.
- Ini adalah teknik menggabungkan beberapa prosedur dalam satu sesi untuk ngeberesin masalah penuaan dari lapisan kulit terdalam sampai ke permukaan.
Jakarta: Tren skincare ala Korea emang juara banget di Indonesia karena hasilnya yang totalitas. Salah satu yang lagi hits adalah layering treatment, yaitu teknik menggabungkan beberapa prosedur dalam satu sesi buat ngeberesin masalah penuaan dari lapisan kulit terdalam sampai ke permukaan.
Faktanya, penuaan itu gak cuma di permukaan kulit aja, tapi juga sampai ke otot dan jaringan penyangga wajah.
Makanya, ZAP Premiere bikin layering treatment yang bekerja secara bertahap, mulai dari yang paling dalam sampai lapisan terluar, supaya hasilnya lebih maksimal.
Tahapan perawatan, meliputi teknologi untuk mengencangkan otot dan jaringan penyangga wajah, stimulasi kolagen melalui energi frekuensi tinggi, penggunaan laser untuk memperbaiki tekstur kulit dan garis halus, hingga penambahan skin booster serta botulinum toksin sesuai kebutuhan pasien.
“Tujuannya bukan hanya membuat kulit terlihat cerah, tetapi juga mengencangkan, memperbaiki kualitas kulit, dan mencegah terbentuknya kerutan yang semakin dalam,” kata dr. Dara Ayuningtyas, Chief Clinical Officer ZAP dalam acara ZAP Premiere Primelift Program di ZAP Premiere Pondok Indah, Jakarta, Rabu (17/06/26).
Berbeda dengan prosedur yang dilakukan secara terpisah dalam beberapa kunjungan, seluruh rangkaian layering treatment dilakukan dalam satu hari, dengan durasi sekitar lima jam. Menurut dr. Dara, konsep ini dirancang agar lebih efisien, sekaligus memberikan hasil yang lebih optimal.
.jpg)
(Layering treatment merupakan teknik menggabungkan beberapa prosedur dalam satu sesi untuk ngeberesin masalah penuaan dari lapisan kulit terdalam sampai ke permukaan. Foto: Dok. Medcom.id/Secillia Nur Hafifah)
“Kami tidak ingin pasien harus bolak-balik datang untuk treatment yang berbeda. Dalam satu sesi, seluruh tahapan dilakukan sehingga proses perbaikan kulit berjalan bersamaan,” jelasnya.
Meski dilakukan dalam satu hari, hasil perawatan tidak muncul secara instan. Kulit umumnya mulai terlihat lebih kenyal dan sehat dalam satu hingga dua minggu, sementara pembentukan kolagen berlangsung bertahap, hingga sekitar empat bulan setelah tindakan.
“Kolagen tidak bisa terbentuk dalam satu hari. Kulit membutuhkan waktu untuk beregenerasi, sehingga hasil terbaik akan terlihat secara bertahap,” ujar dr. Dara.
Salah satu prosedur yang menjadi perhatian adalah penggunaan skin booster, berbahan polinukleotida atau DNA salmon. Menurut dr. Dara, bahan ini berbeda dengan skin booster pada umumnya, karena berfungsi membantu memperbaiki kualitas kulit dari dalam, sekaligus meningkatkan hidrasi.
“Polinukleotida dari DNA salmon membantu proses regenerasi kulit, memperbaiki jaringan, dan meningkatkan kelembapan sehingga kulit terlihat lebih sehat dan bercahaya,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa efek yang sering disebut sebagai baby glow muncul, karena kulit yang terhidrasi dengan baik mampu memantulkan cahaya lebih optimal.
Selain itu, kandungan antioksidan dalam skin booster, juga membantu mencerahkan kulit dan menyamarkan pori-pori serta garis halus.
Namun, dr. Dara menegaskan bahwa hasil setiap orang bisa berbeda, karena kondisi kulit tidak sama. Oleh karena itu, konsultasi dan analisis kulit menjadi tahap penting, sebelum menentukan kombinasi perawatan yang tepat.
“Kondisi kulit setiap orang berbeda. Karena itu kami selalu melakukan skin analysis terlebih dahulu, agar treatment yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan kulit masing-masing,” tutup dr. Dara.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Faktanya, penuaan itu gak cuma di permukaan kulit aja, tapi juga sampai ke otot dan jaringan penyangga wajah.
Makanya, ZAP Premiere bikin layering treatment yang bekerja secara bertahap, mulai dari yang paling dalam sampai lapisan terluar, supaya hasilnya lebih maksimal.
Tahapan perawatan, meliputi teknologi untuk mengencangkan otot dan jaringan penyangga wajah, stimulasi kolagen melalui energi frekuensi tinggi, penggunaan laser untuk memperbaiki tekstur kulit dan garis halus, hingga penambahan skin booster serta botulinum toksin sesuai kebutuhan pasien.
“Tujuannya bukan hanya membuat kulit terlihat cerah, tetapi juga mengencangkan, memperbaiki kualitas kulit, dan mencegah terbentuknya kerutan yang semakin dalam,” kata dr. Dara Ayuningtyas, Chief Clinical Officer ZAP dalam acara ZAP Premiere Primelift Program di ZAP Premiere Pondok Indah, Jakarta, Rabu (17/06/26).
Berbeda dengan prosedur yang dilakukan secara terpisah dalam beberapa kunjungan, seluruh rangkaian layering treatment dilakukan dalam satu hari, dengan durasi sekitar lima jam. Menurut dr. Dara, konsep ini dirancang agar lebih efisien, sekaligus memberikan hasil yang lebih optimal.
.jpg)
(Layering treatment merupakan teknik menggabungkan beberapa prosedur dalam satu sesi untuk ngeberesin masalah penuaan dari lapisan kulit terdalam sampai ke permukaan. Foto: Dok. Medcom.id/Secillia Nur Hafifah)
“Kami tidak ingin pasien harus bolak-balik datang untuk treatment yang berbeda. Dalam satu sesi, seluruh tahapan dilakukan sehingga proses perbaikan kulit berjalan bersamaan,” jelasnya.
Meski dilakukan dalam satu hari, hasil perawatan tidak muncul secara instan. Kulit umumnya mulai terlihat lebih kenyal dan sehat dalam satu hingga dua minggu, sementara pembentukan kolagen berlangsung bertahap, hingga sekitar empat bulan setelah tindakan.
“Kolagen tidak bisa terbentuk dalam satu hari. Kulit membutuhkan waktu untuk beregenerasi, sehingga hasil terbaik akan terlihat secara bertahap,” ujar dr. Dara.
Skin booster DNA Salmon untuk efek baby glow
Salah satu prosedur yang menjadi perhatian adalah penggunaan skin booster, berbahan polinukleotida atau DNA salmon. Menurut dr. Dara, bahan ini berbeda dengan skin booster pada umumnya, karena berfungsi membantu memperbaiki kualitas kulit dari dalam, sekaligus meningkatkan hidrasi.
“Polinukleotida dari DNA salmon membantu proses regenerasi kulit, memperbaiki jaringan, dan meningkatkan kelembapan sehingga kulit terlihat lebih sehat dan bercahaya,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa efek yang sering disebut sebagai baby glow muncul, karena kulit yang terhidrasi dengan baik mampu memantulkan cahaya lebih optimal.
Selain itu, kandungan antioksidan dalam skin booster, juga membantu mencerahkan kulit dan menyamarkan pori-pori serta garis halus.
Namun, dr. Dara menegaskan bahwa hasil setiap orang bisa berbeda, karena kondisi kulit tidak sama. Oleh karena itu, konsultasi dan analisis kulit menjadi tahap penting, sebelum menentukan kombinasi perawatan yang tepat.
“Kondisi kulit setiap orang berbeda. Karena itu kami selalu melakukan skin analysis terlebih dahulu, agar treatment yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan kulit masing-masing,” tutup dr. Dara.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)