BEAUTY
Glowing Nggak Cukup, Kini Tren Skincare Fokus ke Regenerasi Kulit
A. Firdaus
Rabu 13 Mei 2026 / 12:12
- Tren regenerative beauty hadir dengan pendekatan yang lebih mendalam.
- Konsep ini diperkenalkan oleh Nurtura melalui peluncuran Skin Biohacking Protocol
- Konsep regenerative beauty ini awalnya dikembangkan di Monte Carlo.
Jakarta: Industri aesthetic medicine di Indonesia mulai bergerak ke arah baru. Jika selama ini perawatan kecantikan identik dengan hasil instan di permukaan kulit, kini tren regenerative beauty hadir dengan pendekatan yang lebih mendalam, yakni memperbaiki kesehatan kulit dari level sel.
Konsep ini diperkenalkan oleh Nurtura melalui peluncuran Skin Biohacking Protocol, sebuah metode perawatan berbasis longevity science yang dirancang untuk mendukung kualitas kulit jangka panjang. Klinik aesthetic asal Jakarta tersebut menggabungkan teknologi kecantikan modern dengan pendekatan kesehatan regeneratif yang kini mulai berkembang di dunia.
Berbeda dari treatment anti-aging konvensional, Skin Biohacking Protocol bekerja pada fungsi biologis kulit. Fokusnya bukan hanya membuat kulit tampak glowing sesaat, tetapi memperkuat struktur kulit dan mendukung regenerasi alami dari dalam.
Konsep regenerative beauty ini awalnya dikembangkan di Monte Carlo, yang dikenal sebagai salah satu pusat inovasi luxury aesthetic dunia, lalu disempurnakan melalui riset klinis di Jakarta oleh tim dokter spesialis longevity dan biohacking dari Nurtura.
“Dunia aesthetic medicine saat ini sedang bertransformasi menuju regenerative beauty. Pasien dari kalangan premium kini memahami bahwa kulit yang sehat tidak cukup hanya terlihat glowing di permukaan, tetapi harus memiliki kualitas biologis yang kuat dan resilien,” ujar praktisi biohacking Nurtura, Dr. Yusri Dinuth, ABAARM.
Ia menjelaskan bahwa protokol tersebut mengintegrasikan sejumlah teknologi, mulai dari peptide technology, exosome therapy, hingga NAD+ untuk mendukung healthy aging.
Skin Biohacking Protocol™ sendiri menggabungkan empat teknologi utama yang bekerja secara sinergis dalam membantu regenerasi kulit. Teknologi tersebut meliputi Exosome Therapy & Peptide Skin Booster untuk mempercepat regenerasi sel kulit, NAD+ Infusion guna mendukung perbaikan DNA dan energi seluler, Oxygen Enzymatic Resurfacing untuk menjaga hidrasi dan elastisitas kulit, serta Celluma Light Therapy yang membantu mengurangi inflamasi sekaligus mempercepat pemulihan kulit.
Co-Founder Nurtura, Dr. Hilwa Saleh Alwaini, BMedSc, mengatakan selama ini banyak orang hanya fokus pada hasil yang terlihat di permukaan kulit tanpa menyentuh akar masalahnya.
“Ketika kulit dirawat di level sel, perubahan yang terjadi bukan sekadar sementara. Kulit tidak kembali ke titik awal setiap kali treatment selesai, tetapi terus membangun, memperbaiki, dan berkembang seiring waktu,” jelasnya.
Saat ini, Nurtura memiliki dua cabang di Jakarta, yakni di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dan Cipete, Jakarta Selatan. Klinik ini menyasar masyarakat urban yang mencari perawatan kulit premium berbasis teknologi sekaligus mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Konsep ini diperkenalkan oleh Nurtura melalui peluncuran Skin Biohacking Protocol, sebuah metode perawatan berbasis longevity science yang dirancang untuk mendukung kualitas kulit jangka panjang. Klinik aesthetic asal Jakarta tersebut menggabungkan teknologi kecantikan modern dengan pendekatan kesehatan regeneratif yang kini mulai berkembang di dunia.
Berbeda dari treatment anti-aging konvensional, Skin Biohacking Protocol bekerja pada fungsi biologis kulit. Fokusnya bukan hanya membuat kulit tampak glowing sesaat, tetapi memperkuat struktur kulit dan mendukung regenerasi alami dari dalam.
Konsep regenerative beauty ini awalnya dikembangkan di Monte Carlo, yang dikenal sebagai salah satu pusat inovasi luxury aesthetic dunia, lalu disempurnakan melalui riset klinis di Jakarta oleh tim dokter spesialis longevity dan biohacking dari Nurtura.
“Dunia aesthetic medicine saat ini sedang bertransformasi menuju regenerative beauty. Pasien dari kalangan premium kini memahami bahwa kulit yang sehat tidak cukup hanya terlihat glowing di permukaan, tetapi harus memiliki kualitas biologis yang kuat dan resilien,” ujar praktisi biohacking Nurtura, Dr. Yusri Dinuth, ABAARM.
Ia menjelaskan bahwa protokol tersebut mengintegrasikan sejumlah teknologi, mulai dari peptide technology, exosome therapy, hingga NAD+ untuk mendukung healthy aging.
Skin Biohacking Protocol™ sendiri menggabungkan empat teknologi utama yang bekerja secara sinergis dalam membantu regenerasi kulit. Teknologi tersebut meliputi Exosome Therapy & Peptide Skin Booster untuk mempercepat regenerasi sel kulit, NAD+ Infusion guna mendukung perbaikan DNA dan energi seluler, Oxygen Enzymatic Resurfacing untuk menjaga hidrasi dan elastisitas kulit, serta Celluma Light Therapy yang membantu mengurangi inflamasi sekaligus mempercepat pemulihan kulit.
Co-Founder Nurtura, Dr. Hilwa Saleh Alwaini, BMedSc, mengatakan selama ini banyak orang hanya fokus pada hasil yang terlihat di permukaan kulit tanpa menyentuh akar masalahnya.
“Ketika kulit dirawat di level sel, perubahan yang terjadi bukan sekadar sementara. Kulit tidak kembali ke titik awal setiap kali treatment selesai, tetapi terus membangun, memperbaiki, dan berkembang seiring waktu,” jelasnya.
Saat ini, Nurtura memiliki dua cabang di Jakarta, yakni di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dan Cipete, Jakarta Selatan. Klinik ini menyasar masyarakat urban yang mencari perawatan kulit premium berbasis teknologi sekaligus mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)