BEAUTY

4 Jenis Ketombe Lengkap dengan Sampo Terbaik untuk Mengatasinya

Mia Vale
Minggu 06 November 2022 / 08:00
Jakarta: Mempunyai rambut panjang, hitam berkilau tentu menjadi impian para wanita. Tapi saat serbuk putih berjatuhan dari kulit kepala dan menempel di baju, wah, bisa rusak dunia kecantikan. Memang, gangguan kesehatan dan kecantikan di kulit kepala ini sering dialami banyak orang.

Namun begitu, tidak sedikit pula yang belum mengetahui kalau ketombe memiliki beberapa jenis dan penyebabnya. Tapi, hal yang luar biasa tentang ketombe adalah begitu banyak perawatan untuk mengatasi ketombe tersebut. Mulai dari sampo yang dikurasi, minyak esensial, sampai terapi bila stres adalah faktornya. 

Sebut saja dengan kata lain, sebelum mengatasi ketombe si pengganggu, kamu harus tahu apa yang menyebabkan semua pengelupasan itu. Berikut uraian ahli trikologi Kerry E. Yates dan William Gaunitz, FWTS, yang menjelaskan berbagai jenis ketombe dan sampo terbaik untuk masing-masingnya.
 

1. Jamur ketombe


Ini penyebab yang sangat umum, dan tidak menular. "Pelaku utama ketombe jamur adalah jamur yang disebut Malassezia," jelas Yates, seperti yang dinukil dari Real Simple. Jamur tersebut ada di kulit kepala kebanyakan orang dewasa dan memakan minyak, memecahnya dan meninggalkan asam oleat di tempatnya. 

Menariknya, tidak semua orang sensitif terhadap asam oleat. Namun, dalam kasus mereka, tubuh bereaksi dengan memperbaharui sel lebih cepat dari biasanya. Akibatnya, sel-sel kulit mati muncul sebagai serpihan, dan kulit kepala menjadi gatal.

Kunci untuk mengobati ketombe jamur adalah dengan menggunakan sampo yang mengandung agen antijamur, seperti selenium sulfida dan tar batubara atau produk sampingan dari batubara hitam. Ekstrak tar batubara di sini bertindak sebagai antibiotik dan antijamur.


(Untuk mengobati ketombe berbasis minyak, ahli trikologi Kerry E. Yates dan William Gaunitz, FWTS merekomendasikan penggunaan sampo dengan ketoconazole satu persen. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
 

2. Ketombe berbasis minyak


Kondisi penyebab ketombe yang lebih parah adalah dermatitis seboroik (SD). Penyakit kulit inflamasi ini memengaruhi area paling berminyak, yaitu kulit kepala. Dan para ahli  belum menemukan penyebab pastinya. Ini sering dikaitkan dengan Malassezia yang disebutkan di atas yang menyebabkan jerawat jamur, serta produksi sebum berlebih, genetika, pasien immunocompromised, dan kekurangan nutrisi. 

Salah satu cara untuk mengidentifikasi dermatitis seboroik adalah warna dan penampilannya di mana akan terlihat serpihan kuning besar di kulit kepala, bukan bintik putih kecil. Ini juga biasanya dikaitkan dengan bercak merah dan kulit bersisik.

Untuk mengobati ketombe berbasis minyak, Gaunitz merekomendasikan penggunaan sampo dengan ketoconazole satu persen. Seperti selenium sulfida, ini adalah agen antijamur yang mengurangi jamur dan peradangan. Untuk kasus parah, kemungkinan perawatan memerlukan steroid topikal, seperti clobetasol 0,05 persen.
 

3. Ketombe karena kulit kepala kering


Apakah kulit menjadi kering dan bersisik di musim dingin? Nah, hal yang sama bisa terjadi pada kulit kepala ketika sel-selnya mengelupas, sehingga menjadi serpihan putih. "Kulit kepala kering dapat dipicu oleh perubahan suhu, usia tua, atau bahkan dermatitis kontak yang disebabkan oleh reaksi inflamasi terhadap produk perawatan rambut," ujar Yates.

Merawat kulit kepala kering sama dengan merawat kulit kering. Selain masker rambut pelembap yang menutupi kulit kepala, Yates  merekomendasikan sampo yang berfokus pada bahan-bahan yang menghidrasi, seperti shea butter dan minyak argan.
 

4. Ketombe karena kondisi kulit


Ketombe juga dapat disebabkan oleh kondisi kulit yang umum, termasuk psoriasis dan eksem. Yang pertama muncul "bubuk dengan kilau keperakan," menurut National Psoriasis Foundation, dan "skala halus yang terlihat seperti ketombe." 

Di sisi lain, eksem dikenali dengan kulit kering, gatal, dan meradang. Untuk mengatasi ketombe akibat psoriasis, pertimbangkan sampo tast batubara tiga persen. Ini untuk memperlambat pergantian sel, mengontrol penumpukan, dan meredakan iritasi.
(TIN)

MOST SEARCH