BEAUTY
Jadi Viral di Medsos! Tren Baru Mencuci Rambut ala Jepang
Mia Vale
Minggu 04 Januari 2026 / 12:12
Jakarta: Merawat rambut, salah satunya adalah dengan cara mencucinya. Dan salah satu tren perawatan rambut yang saat ini terkenal di media sosial adalah mencuci rambut ala Jepang yang tergolong sederhana. Metode ini berfokus pada pembersihan lembut, kesehatan kulit kepala, dan pencucian yang penuh perhatian.
Berakar pada praktik perawatan tradisional Jepang, teknik ini memperlakukan perawatan rambut sebagai ritual harian, bukan sekadar tugas cepat.
Di Jepang, rambut sehat dipandang sebagai perpanjangan dari kesejahteraan secara keseluruhan. Penekanannya bukan pada kilau atau penataan instan, tetapi pada perawatan kulit kepala jangka panjang.
Metode mencuci rambut ala Jepang mengutip India Today, mengikuti beberapa langkah sederhana. Pertama, rambut dibilas secara menyeluruh dengan air hangat kuku setidaknya selama satu hingga dua menit sebelum keramas. Langkah ini saja sudah membantu menghilangkan kotoran dan minyak berlebih.
Selanjutnya, sampo dituang di telapak tangan sebelum dioleskan ke kulit kepala, bukan langsung ke batang rambut.
Bantalan jari yang lembut digunakan untuk memijat kulit kepala dengan gerakan melingkar kecil, meningkatkan sirkulasi darah tanpa menimbulkan iritasi.
Batang rambut hanya dibersihkan oleh busa yang mengalir saat membilas, mengurangi kekeringan dan kerusakan.
.jpg)
(Metode mencuci rambut ala Jepang bukanlah obat mujarab, tetapi perubahan kesadaran dalam cara kita merawat kulit kepala dan rambut. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Cara mencuci rambut di atas membuat metode tersebut sangat populer di kalangan mereka yang berjuang dengan ketombe, kulit kepala berminyak, atau penumpukan produk. Pasalnya, setelah mencoba metode ala Jepang ini, banyak yang melaporkan berkurangnya kerontokan rambut, berkurangnya rasa gatal pada kulit kepala, dan kilau rambut yang lebih baik seiring waktu.
Banyak juga yang mengatakan kulit kepala terasa lebih bersih lebih lama, bahkan dengan frekuensi keramas yang lebih jarang.
Alasan lain popularitasnya adalah karena metode ini bekerja dengan hampir semua sampo. Alih-alih mempromosikan produk mahal, fokusnya adalah pada teknik, sehingga mudah diakses dan ramah anggaran.
Para ahli menjelaskan bahwa penggosokan yang agresif dan penggunaan produk yang berlebihan dapat merusak lapisan pelindung kulit kepala. Metode Jepang menghindari hal ini dengan mendorong penanganan yang lembut dan pembilasan yang tepat.
Memijat kulit kepala meningkatkan aliran darah ke folikel rambut, yang mendukung pertumbuhan rambut yang lebih sehat dari waktu ke waktu.
Karena panjang rambut tidak digosok secara langsung, minyak alami tetap terjaga, membantu mengurangi kekeringan, rambut kusut, dan ujung bercabang.
Seiring waktu, ini dapat membuat rambut terasa lebih lembut dan lebih mudah diatur tanpa terlalu bergantung pada kondisioner atau masker.
Metode mencuci rambut ala Jepang cocok untuk sebagian besar jenis rambut, terutama mereka yang memiliki kulit kepala sensitif, kering, atau sering mengalami kerontokan rambut.
Orang dengan rambut keriting, diwarnai, atau dirawat secara kimia juga dapat memperoleh manfaat dari pendekatan lembut ini.
Namun, mereka yang memiliki kondisi kulit kepala medis seperti ketombe parah, psoriasis, atau infeksi jamur harus mengikuti perawatan yang direkomendasikan oleh dokter kulit bersamaan dengan metode ini.
Ingat, metode mencuci rambut ala Jepang bukanlah obat mujarab, tetapi perubahan kesadaran dalam cara kita merawat kulit kepala dan rambut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Berakar pada praktik perawatan tradisional Jepang, teknik ini memperlakukan perawatan rambut sebagai ritual harian, bukan sekadar tugas cepat.
Di Jepang, rambut sehat dipandang sebagai perpanjangan dari kesejahteraan secara keseluruhan. Penekanannya bukan pada kilau atau penataan instan, tetapi pada perawatan kulit kepala jangka panjang.
Baca Juga :
Metode Efektif yang Bisa Menghilangkan Kutu Anak
Filosofi mencuci rambut ala Jepang
Metode mencuci rambut ala Jepang mengutip India Today, mengikuti beberapa langkah sederhana. Pertama, rambut dibilas secara menyeluruh dengan air hangat kuku setidaknya selama satu hingga dua menit sebelum keramas. Langkah ini saja sudah membantu menghilangkan kotoran dan minyak berlebih.
Selanjutnya, sampo dituang di telapak tangan sebelum dioleskan ke kulit kepala, bukan langsung ke batang rambut.
Bantalan jari yang lembut digunakan untuk memijat kulit kepala dengan gerakan melingkar kecil, meningkatkan sirkulasi darah tanpa menimbulkan iritasi.
Batang rambut hanya dibersihkan oleh busa yang mengalir saat membilas, mengurangi kekeringan dan kerusakan.
Menjadi viral di online
.jpg)
(Metode mencuci rambut ala Jepang bukanlah obat mujarab, tetapi perubahan kesadaran dalam cara kita merawat kulit kepala dan rambut. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Cara mencuci rambut di atas membuat metode tersebut sangat populer di kalangan mereka yang berjuang dengan ketombe, kulit kepala berminyak, atau penumpukan produk. Pasalnya, setelah mencoba metode ala Jepang ini, banyak yang melaporkan berkurangnya kerontokan rambut, berkurangnya rasa gatal pada kulit kepala, dan kilau rambut yang lebih baik seiring waktu.
Banyak juga yang mengatakan kulit kepala terasa lebih bersih lebih lama, bahkan dengan frekuensi keramas yang lebih jarang.
Alasan lain popularitasnya adalah karena metode ini bekerja dengan hampir semua sampo. Alih-alih mempromosikan produk mahal, fokusnya adalah pada teknik, sehingga mudah diakses dan ramah anggaran.
Manfaatnya bagi rambut dan kulit kepala
Para ahli menjelaskan bahwa penggosokan yang agresif dan penggunaan produk yang berlebihan dapat merusak lapisan pelindung kulit kepala. Metode Jepang menghindari hal ini dengan mendorong penanganan yang lembut dan pembilasan yang tepat.
Memijat kulit kepala meningkatkan aliran darah ke folikel rambut, yang mendukung pertumbuhan rambut yang lebih sehat dari waktu ke waktu.
Karena panjang rambut tidak digosok secara langsung, minyak alami tetap terjaga, membantu mengurangi kekeringan, rambut kusut, dan ujung bercabang.
Seiring waktu, ini dapat membuat rambut terasa lebih lembut dan lebih mudah diatur tanpa terlalu bergantung pada kondisioner atau masker.
Yang boleh dan tidak boleh
Metode mencuci rambut ala Jepang cocok untuk sebagian besar jenis rambut, terutama mereka yang memiliki kulit kepala sensitif, kering, atau sering mengalami kerontokan rambut.
Orang dengan rambut keriting, diwarnai, atau dirawat secara kimia juga dapat memperoleh manfaat dari pendekatan lembut ini.
Namun, mereka yang memiliki kondisi kulit kepala medis seperti ketombe parah, psoriasis, atau infeksi jamur harus mengikuti perawatan yang direkomendasikan oleh dokter kulit bersamaan dengan metode ini.
Ingat, metode mencuci rambut ala Jepang bukanlah obat mujarab, tetapi perubahan kesadaran dalam cara kita merawat kulit kepala dan rambut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)