FITNESS & HEALTH

Demensia Bukan Penyakit! Keluarga Harus Paham Penanganannya

MetroTV
Jumat 03 Desember 2021 / 14:21
Jakarta: Seorang kakek pengemudi yang nekat melawan arah di ruas Tol Lingkar Luar Jakarta belakangan diketahui mengalami demensia. Demensia dikatakan bukan penyakit, namun gangguan fungsi otak.

Direktur Eksekutif Alzheimer Indonesia Michael Dirk R Maitimoe menyebut demensia lebih dikenal oleh masyarakat awam sebagai pikun. Salah satu tipe demensia yang paling umum dijumpai yaitu Alzheimer, jumlahnya sekitar 60-80 persen di dunia.

"Secara umum, demensia alzheimer itu penurunan fungsi otak yang memengaruhi daya ingat, emosi, perilaku, dan fungsi otak lainnya yang memengaruhi kehidupan atau aktivitas sehari-hari,” kata Michael dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Jumat, 3 Desember 2021.

Baca: Tips Menangani Penderita Alzheimer

Demensia alzheimer ditandai dengan massa otak yang mulai mengecil. Selain itu, ada juga demensia vaskular yang biasanya disebabkan oleh hipertensi atau tekanan darah tinggi. 

"Demensia vaskular itu terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak dari hipertensi atau tekanan darah yang tinggi,” ujar Michael.

Faktor penyebab demensia karena kerusakan sel-sel saraf di otak. Beberapa di antaranya diakibatkan oleh stroke, infeksi katup jantung, atau kondisi lain pada pembuluh darah.

Demensia dapat memengaruhi kesehatan lainnya bergantung dari riwayat penyakit oleh orang yang bersangkutan. Michael menyebut umumnya demensia memang terjadi pada orang yang berusia di atas 60 tahun.

Baca: Diet Ini Bantu Turunkan Risiko Alzheimer

Kurangnya pemahaman atas penyakit ini, kurangnya sumber daya, serta minimnya pelatihan bagi para pendamping orang dengan demensia menyebabkan tingginya biaya penanganan demensia. Maka dari itu, Michael menyarankan keluarga orang dengan demensia harus tahu pendampingan yang tepat karena cara penanganannya berbeda-beda.

"Ada yang dengan bernyanyi bisa membuat orang dengan demensia dan keluarganya lebih sehat, tetapi ada juga dengan hal-hal yang sederhana seperti kumpul keluarga, berkebun bersama, dan menonton televisi bersama,” kata Michael. (Widya Finola Ifani Putri)

(UWA)

MOST SEARCH