WISATA

Jadi Lokasi Pertama Dikunjungi Menparekraf Sandiaga, Apa Keistimewaan Desa Wisata Keris?

A. Firdaus
Rabu 25 Mei 2022 / 15:23
Sumenep: Anugerah Desa Wisata Indonesia (2022) telah masuk tahap 50 besar. Desa yang pertama kali dikunjungi Menparekraf Sandiaga Uno Salahuddin adalah Desa Wisata Keris, di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur.

Desa Wisata Keris dulunya bernama Desa Aeng Tong Tong. Kemudian berubah nama seiring Kabupaten Sumenep dikukuhkan sebagai Kota Keris. United Nation Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) juga telah menetapkan Kabupaten Sumenep sebagai daerah perajin keris terbanyak di dunia. Sedangkan sebagian besar empu keris berasal dari Desa Wisata Keris atau Desa Aeng Tong- tong.

Setidaknya terdapat 470 sampai 500 empu keris di Sumenep yang jumlahnya mengalahkan Yogyakarta yang masih 15 empu. Sehingga UNESCO mengakui Kabupaten Sumenep, dengan penobatan sebagai jumlah empu alias pembuat keris terbanyak di Asia Tenggara.

Menparekraf Sandiaga menegaskan, Desa Wisata Keris adalah salah satu desa yang sangat unik. Desa yang kebanyakan dari masyarakatnya adalah perajin keris, di mana senjata tersebut adalah senjata otentik milik Indonesia.

“Apalagi zaman modern saat ini, desa ini masih memanfaatkan kegiatan yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu,” katanya.

Menparekraf Sandiaga melanjutkan, di desa tersebut juga masih ada rumah-rumah tradisisional Madura Tanean Lanjhang yang memiliki arti halaman panjang. Yaitu berupa kumpulan rumah yang terdiri dari beberapa keluarga yang masih berada dalam satu ikatan keluarga.

"Masyarakat juga masih melestarikan rumah tradisionalnya,” ujar Menparerkaf Sandiaga.

Tidak lupa, Menparekraf Sandiaga menyambangi, satu Empu, panggilan untuk pembuat keris yaitu Empu Ika, yang merupakan empu (pembuat keris) perempuan satu-satunya di Indonesia.

Empu Ika mengajak Mas Menteri untuk melihat proses pembuatan Keris. Mulai dari pemilihan besi, lalu penempaan, pembentukan Bilah, Kinatah (ukir besi jika keris ukir), Warangka (pembuatan sarung keris yang terbuat dari kayu), terakhir mewarangi atau campuran cairan arsenikum dengan air jeruk nipis yang dioleskan atau dicelupkan ke Keris.

Selama di tempat Empu Ika, Sandi juga mendengarkan curhatannya. Dia mengaku kesulitan dalam pemasaran produknya, terutama pada saat pandemic. Di mana dia biasanya lancar mengekspor keris ke luar negeri, namun selama pandemic semuanya terhenti.

Untuk itu, Empu Ika meminta bantuan dari Menparekraf Sandiaga untuk bisa mempromosikan dan mengenalkan keris dari Desanya. Terutama kepada Followers Mas Menteri yang kebanyakan kaum milenial.

“Baik saya akan bantu promosikan, mudah-mudah setelah dikenalkan banyak kaum milenial yang memesan keris,” tukasnya.

Menparekraf Sandiaga pun mengatakan akan segera berkoordinasi untuk mewujudkan ekspor keris ke mancanegara, sehingga karya keris terutama dari desa wisata Keris dan beberapa wilayah di Kabupaten Sumenep bisa tersalurkan kepada pecinta keris di seluruh dunia.

Pada penyelenggaraan ADWI 2022, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga berkolaborasi dengan mitra strategis yaitu Astra Internasional untuk pengembangan Desa Wisata Keris (Aeng Tong Tong) agar membangkitkan ekonomi yang berkelanjutan.

“Melalui program Kampung Berseri Astra, Desa Wisata Keris ini nantinya dapat menjadi tunas Kampung Berseri Astra dan diharapkan menjadi etalase untuk memastikan keris-keris dibawa ke luar negeri untuk menjadi komoditas unggulan kita menjadi suvenir-suvenir yang akan ditampilkan salah satunya dalam perhelatan G20. Ini menjadi penghargaan kami bagi negerinya para empu”, tutup Sandiaga Uno.
(FIR)

MOST SEARCH