Pesawat luar angkasa Tiongkok Chang'e-5 selama proses pendaratannya di Bulan pada Selasa, 1 Desember 2020. Misin tersebut adalah dalam upaya untuk membawa kembali sampel batuan dan tanah dari bulan.
Pesawat luar angkasa Tiongkok Chang'e-5 selama proses pendaratannya di Bulan pada Selasa, 1 Desember 2020. Misin tersebut adalah dalam upaya untuk membawa kembali sampel batuan dan tanah dari bulan.
Badan Antariksa Nasional Tiongkok (CNSA), Rabu, 2 Desember 2020 menyebutkan Chang'e-5 mendarat di area yang telah ditentukan sebelumnya, yakni 51,8 derajat bujur barat dan 43,1 derajat lintang utara pada Selasa tepat pukul 23.11 waktu Tiongkok (22.11 WIB).
Badan Antariksa Nasional Tiongkok (CNSA), Rabu, 2 Desember 2020 menyebutkan Chang'e-5 mendarat di area yang telah ditentukan sebelumnya, yakni 51,8 derajat bujur barat dan 43,1 derajat lintang utara pada Selasa tepat pukul 23.11 waktu Tiongkok (22.11 WIB).
Dengan dikendalikan dari bumi, pesawat tersebut kemudian mengumpulkan sebanyak 2 kilogram sampel material bulan. Setelah mengirimkan kembali sampel-sampel bulan, roket pendorong pesawat tersebut akan memisahkan diri dari orbitnya. Orbit yang membawa sampel tersebut akan kembali ke bumi dan mendarat di Siziwang Banner, Daerah Otonomi Mongolia Dalam, wilayah utara Tiongkok
Dengan dikendalikan dari bumi, pesawat tersebut kemudian mengumpulkan sebanyak 2 kilogram sampel material bulan. Setelah mengirimkan kembali sampel-sampel bulan, roket pendorong pesawat tersebut akan memisahkan diri dari orbitnya. Orbit yang membawa sampel tersebut akan kembali ke bumi dan mendarat di Siziwang Banner, Daerah Otonomi Mongolia Dalam, wilayah utara Tiongkok

Mendarat di Bulan, Chang'e-5 Kumpulkan 2 Kg Sampel Batuan

Teknologi luar angkasa tiongkok
02 Desember 2020 14:05
Beijing: Pesawat luar angkasa Tiongkok Chang'e-5 berhasil mendarat di sisi terdekat bulan pada Selasa, 1 Desember 2020 malam waktu setempat, dan mengirimkan beberapa gambar.

Badan Antariksa Nasional Tiongkok (CNSA), Rabu, 2 Desember 2020 menyebutkan Chang'e-5 mendarat di area yang telah ditentukan sebelumnya, yakni 51,8 derajat bujur barat dan 43,1 derajat lintang utara pada Selasa tepat pukul 23.11 waktu Tiongkok (22.11 WIB).

Selasa pukul 22.57 waktu Tiongkok pesawat tersebut berada pada 15 kilometer di atas permukaan bulan, kemudian memulai pendaratan dengan menyalakan mesin pendorong. Kecepatan laju vertikalnya pun diturunkan dari 1,7 kilometer per detik menjadi nol.

Setelah mendeteksi dan mengidentifikasi beberapa hambatan secara otomatis, pesawat tersebut menentukan lokasi dan menyentuh daratan di sebelah barat Mons Rumker di Oceanus Procellarum yang juga dikenal dengan sebutan Lautan Badai di sisi terdekat bulan. Selama proses pendaratan, kamera mengambil gambar sekitar, demikian CNSA.  

Dengan dikendalikan dari bumi, pesawat tersebut melakukan serangkaian cek dan persiapan kerja di permukaan bumi selama 48 jam. Sebanyak 2 kilogram sampel material bulan dikumpulkan dan disegel dalam kontainer.

Setelah mengirimkan kembali sampel-sampel bulan, roket pendorong pesawat tersebut akan memisahkan diri dari orbitnya.

Orbit yang membawa sampel tersebut akan kembali ke bumi dan mendarat di Siziwang Banner, Daerah Otonomi Mongolia Dalam, wilayah utara Tiongkok.

Tiongkok meluncurkan pesawat ulang-alik Chang'e-5 dari Pusat Luar Angkasa Wenchang, Hainan pada 24 November lalu. AFP PHOTO

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif