Jakarta: Perguruan Silat Nasional (PSN) Perisai Putih DKI Jakarta menggelar pelantikan Ketua Umum pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan tersebut dirangkai dengan Gebyar 10 Perguruan Top Historis di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Acara yang berlangsung sejak pagi di Gedung BRI BRILiaN Stadium, Jakarta Selatan, ini menjadi bagian dari agenda penguatan organisasi perguruan silat di wilayah DKI Jakarta sekaligus mempererat konsolidasi antarpelaku pencak silat.
Selain prosesi pelantikan, kegiatan juga diisi dengan atraksi bela diri pencak silat. Sejumlah perguruan silat turut hadir, di antaranya Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Setia Hati, Tapak Suci, Persinas ASAD, serta Putra Betawi.
Ketua Umum PSN Perisai Putih DKI Jakarta, Aquarius Rudianto, mengatakan fokus kepengurusannya ke depan dimulai dari penguatan internal organisasi.
“Internal itu kita ingin memperkuat fungsi keorganisasian. Bagaimana setiap anggota itu bukan hanya pandai teknikal, tapi juga mengerti bagaimana mengawal organisasi,” ujarnya saat diwawancarai usai pelantikan.
Selain penguatan organisasi, Aquarius menekankan pentingnya peningkatan kapasitas teknis seluruh anggota. Menurut dia, peningkatan kemampuan dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.
“Dari sabuk putih sampai dengan sabuk hitam, kita ingin terus melakukan peningkatan dari waktu ke waktu,” katanya.
Ia menambahkan PSN Perisai Putih juga didorong memiliki peran yang lebih luas, tidak hanya di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga internasional.
“Kita ingin Perisai Putih punya peran di nasional, regional, bahkan internasional, serta mendorong kemampuan anggota untuk berkompetisi dan memberi warna bagi persilatan Indonesia,” ucap Aquarius.
Aquarius menilai eksistensi PSN Perisai Putih yang telah berusia 59 tahun tidak terlepas dari komitmen seluruh pesilat dalam menjaga nilai-nilai organisasi.
“Salah satu kuncinya adalah komitmen para pesilat dan konsistensi dalam menata serta mengembangkan value-value di dalamnya,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Harian Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DKI Jakarta Marsyel Ririhena, berharap kepemimpinan baru Perguruan Pencak Silat Perisai Putih DKI Jakarta mampu membawa organisasi semakin aktif dan berkontribusi nyata dalam pembinaan atlet.
Marsyel menekankan pentingnya peran perguruan dalam mencetak pesilat tangguh yang tidak hanya berprestasi di arena, tetapi juga menjunjung tinggi nilai moral dan sportivitas.
“Kami berharap di bawah kepemimpinan yang baru, Perisai Putih DKI dapat semakin aktif melahirkan pesilat-pesilat tangguh yang berakhlak, berprestasi, serta menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Marsyel Ririhena saat diwawancarai.
Ia menegaskan, sinergi antara IPSI dan seluruh perguruan pencak silat di DKI Jakarta menjadi kunci utama dalam memajukan pencak silat secara berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi yang solid akan memperkuat pembinaan atlet sekaligus menjaga nilai-nilai luhur pencak silat.
Marsyel berharap, ke depan Perisai Putih DKI Jakarta dapat terus berperan aktif dalam pembinaan generasi muda serta berkontribusi dalam menjaga eksistensi pencak silat sebagai identitas budaya nasional. Medcom,id/Duta Erlangga Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News