Atlet asal Suriah, Hend Zaza, yang berusia 12 tahun, sekaligus termuda di Olimpiade Tokyo, tersingkir dari turnamen tenis meja di babak pembuka, Sabtu, 24 Juli 2021.
Atlet asal Suriah, Hend Zaza, yang berusia 12 tahun, sekaligus termuda di Olimpiade Tokyo, tersingkir dari turnamen tenis meja di babak pembuka, Sabtu, 24 Juli 2021.
Zaza kalah dari petenis Austria Liu Jia empat gim langsung dengan skor 11-4, 11-9, 11-3, 11-5.
Zaza kalah dari petenis Austria Liu Jia empat gim langsung dengan skor 11-4, 11-9, 11-3, 11-5.
Zaza menjadi atlet Olimpiade termuda setelah pedayung Spanyol berusia 11 tahun, Carlos Front, pada 1992. Dia lahir di Hama, Suriah, dari keluarga atlet dan mulai bermain tenis meja pada usia lima tahun.
Zaza menjadi atlet Olimpiade termuda setelah pedayung Spanyol berusia 11 tahun, Carlos Front, pada 1992. Dia lahir di Hama, Suriah, dari keluarga atlet dan mulai bermain tenis meja pada usia lima tahun.
Meski kalah dari lawan yang lebih dari tiga kali usianya di babak penyisihan tunggal putri, Zaza tidak berkecil hati dan menyatakan bahwa bermain di olimpade merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa.
Meski kalah dari lawan yang lebih dari tiga kali usianya di babak penyisihan tunggal putri, Zaza tidak berkecil hati dan menyatakan bahwa bermain di olimpade merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa.
"Mencapai Olimpiade Tokyo sudah merupakan prestasi. Saya tidak diminta untuk menang, saya diminta untuk bermain dengan baik," katanya kepada Olympics.com. "Saya pikir saya memiliki penampilan yang bagus dan saya belajar dari kekalahan. Semoga di olimpiade berikutnya, akan ada sesuatu untuk saya."

Sayang, Langkah Atlet Termuda di Olimpade Tokyo Harus Terhenti

24 Juli 2021 16:17
Jakarta: Atlet asal Suriah, Hend Zaza, yang berusia 12 tahun, sekaligus termuda di Olimpiade Tokyo, tersingkir dari turnamen tenis meja di babak pembuka, Sabtu, 24 Juli 2021.

Zaza kalah dari petenis Austria Liu Jia empat gim langsung dengan skor 11-4, 11-9, 11-3, 11-5.

Zaza menjadi atlet Olimpiade termuda setelah pedayung Spanyol berusia 11 tahun, Carlos Front, pada 1992. Dia lahir di Hama, Suriah, dari keluarga atlet dan mulai bermain tenis meja pada usia lima tahun.

Meski kalah dari lawan yang lebih dari tiga kali usianya di babak penyisihan tunggal putri, Zaza tidak berkecil hati dan menyatakan bahwa bermain di olimpade merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa.

"Mencapai Olimpiade Tokyo sudah merupakan prestasi. Saya tidak diminta untuk menang, saya diminta untuk bermain dengan baik," katanya kepada Olympics.com. "Saya pikir saya memiliki penampilan yang bagus dan saya belajar dari kekalahan. Semoga di olimpiade berikutnya, akan ada sesuatu untuk saya."

Pelatihnya Adham Jamaan mengatakan bahwa atlet tenis meja itu perlu terus berlatih, dan dia akan baik-baik saja.

Menurut Jamaan, Zaza hanya bisa berpartisipasi dalam dua atau tiga pertandingan eksternal setahun karena perang saudara di negaranya. Pemadaman listrik yang sering terjadi juga membatasinya untuk sesekali berlatih, hanya pada siang hari.

Namun Zaza mendapat peluang setelah memenangi turnamen kualifikasi Olimpiade Asia Barat di Yordania tahun lalu, menjadi petenis meja Suriah pertama yang lolos ke Olimpiade.

"Selama lima tahun terakhir, saya telah melalui banyak pengalaman berbeda, terutama dengan perang yang terjadi di seluruh negeri dan penundaan pendanaan untuk Olimpiade," kata Zaza.

"Itu sangat sulit, tetapi saya harus berjuang untuk itu. Dan ini adalah pesan saya kepada semua orang yang berada dalam situasi yang sama -- berjuang untuk impian Anda. Berusaha keras terlepas dari kesulitan yang Anda alami dan Anda akan mencapai impian Anda." AFP PHOTO/Anne-Christine Poujoulat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Olahraga suriah Olimpiade 2020 Olimpiade Tokyo 2021