Jakarta: Tepat 30 hari jelang dimulainya perhelatan Olimpiade Tokyo 2020, protes agar acara ini tidak berlangung belum juga surut. Justru, gelombang protes yang muncul dari kalangan masyarakat makin besar.
Cancel The 2020 Olympic Disaster, organisasi yang meminta agar Olimpiade Tokyo dibatalkan, kembali bersuara.
Aliansi dari 15 kelompok yang menolak penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 sudah melakukan protes besar pada Rabu sore, 23 Juni 2021, waktu setempat, atau tepat sebulan sebelum pembukaan Olimpiade Tokyo 2020.
Mereka melakukan aksi di luar gedung Pemerintahan Metropolitan Tokyo di distrik Shinjuku. Ratusan pengunjuk rasa berbaris di alun-alun depan Stasiun Shinjuku, Tokyo, untuk menyuarakan penentangan mereka.
Kelompok Cancel The 2020 Olympic Disaster mengeluarkan buku edaran setebal 58 halaman yang berisi 20 alasan mengapa Olimpiade Tokyo tidak seharusnya dilanjutkan.
Di dalamnya dipaparkan mulai dari perkiraan biaya awal yang tidak tidak realistis, dugaan penyuapan terkait dengan pemungutan suara, hingga eksploitasi sukarelawan menjadi aspek yang disoroti.
Penyelenggara Olimpiade Tokyo disebut kelompok ini menyembunyikan kebenaran. Pandemi Covid-19 yang masih terus mewabah menurut Jun menjadi satu dari 20 alasan kuat yang semestinya cukup untuk membatalkan Olimpiade Tokyo. AFP Photo/Philip Fong Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News