Tasikmalaya: Puluhan hektare areal persawahan berada di berbagai daerah telah menyebabkan banyak lahan pertanian gagal panen terjadi di wilayah Tasikmalaya. Kekeringan yang terjadi selama ini, berdampak pada kebutuhan beras medium maupun premium merangkak naik di sejumlah pasaran.
Ketua Kelompok Tani Sukaluyu, Desa Sukaraja, Adang Sutardi mengatakan, musim kemarau yang terjadi selama ini berdampak pada areal persawahan seluas 45 hektare gagal tanam dan gagal panen (puso) di Kampung Tejamulti, Sukaluyu. Namun, untuk produksi padi pada panen pertama mengalami penurunan secara drastis hingga kebutuhan beras merangkak naik di pasaran.
"Untuk lahan pertanian di Desa Sukaraja, pada tahun ini memang banyak lahan mengalami kekeringan dan berdampak gagal tanam dan gagal panen (puso). Karena, lahan pertanian yang dimiliki para petani paling banyak tandah hujan hingga produksi padi menurun secara drastis dan semua belum mengajukan klaim melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)," katanya, Rabu, 23 Agustus 2023.
Ia mengatakan, banyak lahan tandah hujan di daerahnya telah menyebabkan produksi gabah mengalami penurunan secara drastis hingga para pemilik tidak bisa berbuat banyak karena gabah menurun tapi harga beras merangkak naik dan kenaikannya tidak sebanding dengan harga jual gabah. Namun, untuk harga beras di pasaran jenis medium dijual Rp12 ribu perkg dan premium Rp13.500 perkg.
"Kami menjual gabah kering pungut (GKP) ke tingkat pengemul seharga Rp400 ribu per kwintal dan gabah kering giling (GKG) Rp450 ribu per kwintal. Sedangkan, untuk harga beras di pasaran jenis medium malah dijual seharga Rp12 ribu perkg dan premium Rp13.500 per kg, tapi dengan penjualan tersebut selama ini tidak sebanding hingga banyak dikeluhkan warga," ujarnya.
Sementara itu, seorang pedagang beras di Pasar Cikurubuk, Dindin, 50, mengatakan, harga beras medium dan premium yang dijual belum mengalami penurunan malah harganya merangkak naik terjadi pada beras medium semula dijual Rp9.500 per kg naik Rp12.500 perkg, beras IR 64 dijual Rp12 ribu perkg naik Rp13.500 perkg. Akan tetapi, untuk beras jenis sadane dan pandanwangi malah harga jualnya sebesar Rp14 ribu perkg.
"Kami menerima kiriman dari para tengkulak di wilayah Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dengan berbagai jenis beras mulai IR 64, Sadane, dan Mawar. Namun, untuk kenaikan beras selama ini terjadi sudah lama meski kebutuhan beras di pasaran masih melimpah tetapi harganya tinggi dan kenaikannya itu banyak dikeluhkan pembeli," paparnya. MI/Adi Kristiadi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News