Forum yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas pengelolaan perbatasan, pembangunan kawasan perbatasan, serta hubungan Indonesia dengan negara-negara tetangga.
Hadir dalam forum tersebut Duta Besar Malaysia Dato' Muzaffar Shah Mustafa, Duta Besar Papua Nugini Simon Namiss, Duta Besar Timor-Leste Roberto Sarmento de Oliveira Soares, Duta Besar Vietnam Ta Van Thong, Duta Besar Singapura Kwok Fook Seng, dan Duta Besar Filipina Christopher B. Montero. Turut hadir Penasihat Australian Border Force untuk Indonesia Ian Kelly serta Konselor Politik Kedutaan Besar India Vikram Vardhan.
Tito mengatakan forum tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih jauh fungsi dan peran BNPP RI kepada para mitra dari negara tetangga, termasuk program pembangunan kawasan perbatasan yang akan dikembangkan ke depan.
“Pada dasarnya, kami mengulas mengenai fungsi dan peran BNPP. Saya memperkenalkan secara mendalam apa sebenarnya BNPP itu, mengingat badan ini kemungkinan belum begitu dikenal luas oleh para mitra kita. Saya memaparkan fungsi, peran agensi ini, serta program-program pembangunan ke depan,” ujar Tito.
Bahas Kerja Sama Perbatasan
Selain program BNPP RI, pertemuan membahas upaya menjaga dan mengembangkan hubungan Indonesia dengan negara-negara tetangga, khususnya di kawasan perbatasan.Tito mengatakan kerja sama antarpihak perlu diarahkan pada penyelesaian persoalan secara damai sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
“Kita juga membahas bagaimana mengupayakan agar hubungan antara Indonesia dengan negara tetangga, terutama di wilayah perbatasan, dapat terus dikembangkan bersama-sama demi kemaslahatan masyarakat di kedua negara,” katanya.
Tito menyampaikan para perwakilan negara sahabat menyambut baik penguatan kemitraan di berbagai bidang, termasuk perdagangan dan kebudayaan.
“Saya sangat berbahagia karena seluruh perwakilan negara sahabat menyambut baik serta bersedia mempererat hubungan kemitraan, baik di bidang perdagangan, kebudayaan, maupun bidang lainnya demi kesejahteraan masyarakat bersama dan kemajuan negara-negara di wilayah perbatasan,” tutur Tito.
Indonesia memiliki perbatasan dengan 10 negara tetangga. Tiga negara berbatasan darat dengan Indonesia, yakni Malaysia, Papua Nugini, dan Timor-Leste. Sementara tujuh negara lainnya berbatasan laut, yakni Singapura, Australia, Filipina, Vietnam, Thailand, India, dan Palau.
Duta Besar Timor-Leste Roberto Sarmento de Oliveira Soares menyambut forum tersebut sebagai ruang dialog untuk memperkuat hubungan kedua negara. Ia mengatakan Timor-Leste berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan Indonesia, termasuk dalam pengembangan sumber daya manusia.
“Ini merupakan kesempatan yang sangat luar biasa bahwa Bapak Menteri Tito Karnavian telah memfasilitasi dialog yang hangat, terbuka, dan sangat mendalam di antara negara-negara bertetangga,” ujar Roberto.
Sementara itu, Penasihat Australian Border Force untuk Indonesia Ian Kelly mengatakan forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkokoh kerja sama Indonesia dan Australia. Ia menilai kemitraan kedua negara dapat terus dikembangkan, termasuk dalam menjaga stabilitas kawasan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Forum Indonesia Border Partnership Coffee Morning menjadi bagian dari upaya BNPP RI membangun komunikasi lintas negara dalam pengelolaan perbatasan. Pembahasan tidak hanya mencakup aspek batas wilayah, tetapi juga hubungan antarmasyarakat dan manfaat pembangunan bagi warga di kawasan perbatasan. Dok. BNPP RI Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News