Solo: Kebakaran di gunungan sampah Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ) Putri Cempo yang berlangsung sejak Sabtu, 16 September 2023 siang, hingga Minggu, 17 September 2023 belum berhasil dipadamkan, dan asapnya membuat ratusan warga Dukuh Kethekan, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karsnganyar mengalami sesak nafas.
Ratusan warga tetangga Kota Solo itu pun harus mengungsi, karena sergapan asap dari gunungan sampah TPA Putri Cempo membuat mereka kesulitan bernafas. Lebih dari itu bau tidak sedap yang terbawa angin juga mengganggu tenggorokan.
"Banyak warga menjadi sesak nafas, ditambah kerongkongan terasa tersumbat. Ditahan sakit, kalau tidak ya terpaksa menghirup udara dan asap tidak sehat, yang membuat batuk-batuk. Jadi terpaksa harus mengungsi," ujar Halim, 59, warga Dukuh Kethekan yang bersama warga lain mengungsi.
Waluyo, mantan Kepala Desa (Kades) Plesungan yang baru paripurna dari jabatannya, mengatakan sudah sekitar 100 jiwa, terutama balita diungsikan ke lokasi aman atau rumah saudaranya.
"Banyak yang terdampak dari kebakaran Putri Cempo, terutama anak anak dan lansia. Mudah mudahan kebakaran di tempat tetangga itu bisa segera bisa dipadamkan, agar tidak meluas, hingga ke pemukiman terdekat," imbuh dia.
Pihak Pemdes Plesungan juga sudah mendatangkan mobil ambulans dan petugas medis Puskesmas Gondangrejo, untuk berjaga jaga dan bersiap menanhani warga terdampak yang sakit. Puskesmas pun membahikan 1000 lembar masker untuk warga.
Yang jelas, pungkas Waluyo, jika kebakaran tidak bisa segera dipadamkan, selain memunculkan dampak bagi warga Plesungan, dikhawatirkan api akan merambat ke wilayah tetangga. Lokasi kebakaran hanya berjarak ratusan metee dari kebon warga Plesungan.
Sejauh ini, upaya pemadaman yang dilakukan Pemkot Solo masih mengalami kesulitan, meski 15 mobil pemadam kebakaran ( Damkar ) sudah bekerja keras. Bahkan mobil taktis water canon milik Polri juga sudah mendekat lokasi dan membantu pemadaman, belum membuahkan hasil maksimal.
Kapolresta Surakarta Kombes.Pol. Iwan Saktiadi terlihat ikut mengkomando upaya pemadaman dan menyertakan 7 unit mobil water canon untuk mempercepat upaya pemadaman yang sudah meluas di Blok B lebih dari 2 hektar.
Selain Iwan, hadir juga Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakoso, yang memberikan arahan, namun hingga Minggu, ternyata api masih sukit dipadamkan, dan para petugas pun harus ekstra hati hati, karena udara panas dan bau tidak sedap menjadi kendala.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo yang hapal dengan karakteristik sampah, dan juga berpengalaman memadamkan kebakaran sampah Putri Cempo, memperkirakan, api diperkirakan masih sulit dipadamkan, dan perlu waktu sedikitnya seminggu.
"Dari informasi DLH dan juga Kabid Damkar, upaya pemadaman diperkirakan perlu waktu seminggu, atau bisa lebih cepat jika terjadi hujan deras di lokasi," terang mantan Dirlantas Polda DI Yogjakarta ini. MI/Widjajadi Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News