Sejumlah warga beraktifitas di tengah banjir rob yang merendam permukiman mereka di Desa Sriwulan, Sayung, Demak, Jawa Tengah. ANTARA Foto/Aji Styawan
Sejumlah warga beraktifitas di tengah banjir rob yang merendam permukiman mereka di Desa Sriwulan, Sayung, Demak, Jawa Tengah. ANTARA Foto/Aji Styawan
Sejumlah warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi agar terhindar dari banjir rob yang merendam permukiman mereka di Desa Sriwulan, Sayung, Demak, Jawa Tengah. ANTARA Foto/Aji Styawan
Sejumlah warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi agar terhindar dari banjir rob yang merendam permukiman mereka di Desa Sriwulan, Sayung, Demak, Jawa Tengah. ANTARA Foto/Aji Styawan
Berbagai upaya dilakukan warga setempat untuk dapat beraktifitas di tengah ancaman pasang air laut yang merendam permukiman mereka ketika musim air pasang laut tinggi (rob) tiba. Warga berharap pemerintah segera menangani permasalahan rob yang kini telah mencapai jalur utama Pantura Demak. ANTARA Foto/Aji Styawan
Berbagai upaya dilakukan warga setempat untuk dapat beraktifitas di tengah ancaman pasang air laut yang merendam permukiman mereka ketika musim air pasang laut tinggi (rob) tiba. Warga berharap pemerintah segera menangani permasalahan rob yang kini telah mencapai jalur utama Pantura Demak. ANTARA Foto/Aji Styawan
Warga berjalan melewati banjir rob di Slamaran, Pekalongan, Jawa Tengah. ANTARA Foto/Harviyan Perdana Putra
Warga berjalan melewati banjir rob di Slamaran, Pekalongan, Jawa Tengah. ANTARA Foto/Harviyan Perdana Putra
Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), akibat adanya fenomena pasang maksimum air laut dengan kondisi gelombang tinggi, menyebabkan wilayah pesisir pantura Pekalongan terdampak banjir rob dengan ketinggian antara 10-50 centimeter. ANTARA Foto/Harviyan Perdana Putra
Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), akibat adanya fenomena pasang maksimum air laut dengan kondisi gelombang tinggi, menyebabkan wilayah pesisir pantura Pekalongan terdampak banjir rob dengan ketinggian antara 10-50 centimeter. ANTARA Foto/Harviyan Perdana Putra
Warga beraktifitas di sekitar terpaan gelombang laut pesisir Pantai Utara di Pekalongan, Jawa Tengah. ANTARA Foto/Harviyan Perdana Putra
Warga beraktifitas di sekitar terpaan gelombang laut pesisir Pantai Utara di Pekalongan, Jawa Tengah. ANTARA Foto/Harviyan Perdana Putra
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan menghimbau kepada warga sekitar pantai untuk waspada terhadap gelombang laut dengan ketinggian sekitar 1-3 meter akibat adanya angin kencang dari laut menuju darat. ANTARA Foto/Harviyan Perdana Putra
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan menghimbau kepada warga sekitar pantai untuk waspada terhadap gelombang laut dengan ketinggian sekitar 1-3 meter akibat adanya angin kencang dari laut menuju darat. ANTARA Foto/Harviyan Perdana Putra

Banjir Rob Kembali Rendam Pekalongan dan Demak

News banjir rob
01 Juni 2020 20:36
Demak: Banjir air laut pasang atau banjir rob kembali merendam beberapa daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan dan Demak, Senin, 1 Juni 2020.

Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), akibat adanya fenomena pasang maksimum air laut dengan kondisi gelombang tinggi, menyebabkan wilayah pesisir pantura Pekalongan terdampak banjir rob dengan ketinggian antara 10-50 centimeter.

Berbagai upaya dilakukan warga setempat untuk dapat beraktifitas di tengah ancaman pasang air laut yang merendam permukiman mereka ketika musim air pasang laut tinggi (rob) tiba. Warga berharap pemerintah segera menangani permasalahan rob yang kini telah mencapai jalur utama Pantura Demak. ANTARA Foto
(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif