Karyawan Handayani Geulis Batik Bogor sedang memproduksi kain batik dengan tehnik tulis dan cetak di galeri Handayani Geulis Batik Bogor, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 2 Oktober 2020.
Karyawan Handayani Geulis Batik Bogor sedang memproduksi kain batik dengan tehnik tulis dan cetak di galeri Handayani Geulis Batik Bogor, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 2 Oktober 2020.
Industri kecil menengah (IKM) Batik Handayani Geulis Bogor tetap memproduksi karya batiknya meski pandemi covid-19 masih melanda seluruh wilayah Indonesia.
Industri kecil menengah (IKM) Batik Handayani Geulis Bogor tetap memproduksi karya batiknya meski pandemi covid-19 masih melanda seluruh wilayah Indonesia.
"Saya tetap optimistis jika industri batik masih bisa bertahan di masa pandemi covid-19. Itu keyakinan saya, kalau tidak yakin pasti susah untuk bertahan," ujar Sri Ratna Handayani Budhie, pendiri IKM Batik Handayani Geulis di Bogor, Jawa Barat, Jumat, 2 Oktober 2020.
Sri menambahkan bahwa penjualan kain batik selama pandemi covid-19 sejak Maret hingga September 2020 mengalami naik turun. Namun dirinya tetap konsisten dengan terus memproduksi kain batik.
Sri menambahkan bahwa penjualan kain batik selama pandemi covid-19 sejak Maret hingga September 2020 mengalami naik turun. Namun dirinya tetap konsisten dengan terus memproduksi kain batik. "Di bulan Maret sampai Juli penjualan hampir tidak ada. Tetapi mulai Agustus hingga September penjualan sudah kembali normal," tuturnya.

Di Tengah Pandemi, Batik Khas Bogor Tetap Produksi

News batik hari batik nasional
02 Oktober 2020 11:41
Bogor: Industri kecil menengah Batik Handayani Geulis Bogor tetap memproduksi karya batiknya meski pandemi covid-19 masih melanda seluruh wilayah Indonesia. 

"Saya tetap optimistis jika industri batik masih bisa bertahan di masa pandemi covid-19. Itu keyakinan saya, kalau tidak yakin pasti susah untuk bertahan," ujar Sri Ratna Handayani Budhie, pendiri IKM Batik Handayani Geulis di Bogor, Jawa Barat, Jumat, 2 Oktober 2020.

Sri menambahkan bahwa penjualan kain batik selama pandemi covid-19 sejak Maret hingga September 2020 mengalami naik turun. Namun dirinya tetap konsisten dengan terus memproduksi kain batik.

"Memang dimasa pandemi covid-19 sangat terdampak, di bulan Maret sampai Juli penjualan hampir tidak ada. Tetapi mulai Agustus hingga September penjualan sudah kembali normal. Dari usaha batik yang saya jalani selama delapan tahun terakhir, Alhamdulillah kami memiliki dana cadangan untuk menggaji 17 karyawan," tutupnya. Medcom.id/Rizky Dewantara

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif