Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Bea Cukai Yogyakarta, memusnahkan barang impor tanpa dokumen, Rabu, 7 Oktober 2020.
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Bea Cukai Yogyakarta, memusnahkan barang impor tanpa dokumen, Rabu, 7 Oktober 2020.
Kepala KPPBC TMP B Yogyakarta Hengky TP Aritonang di sela-sela pemusnahan barang mengatakan, keseluruhan barang yang dimusnahkan itu sebanyak 2.603 paket dengan total nilai sebesar Rp1,2 miliar.
Kepala KPPBC TMP B Yogyakarta Hengky TP Aritonang di sela-sela pemusnahan barang mengatakan, keseluruhan barang yang dimusnahkan itu sebanyak 2.603 paket dengan total nilai sebesar Rp1,2 miliar. "Barang-barang ini sebagian besar masuk ke Indonesia melalui kiriman pos," jelasnya.
Hengky menambahkan, barang-barang yang dimusnahkan tersebut di antaranya komputer dan aksesoris, barang mainan, obat-obatan, makanan dan kosmetik, senjata tajam, kamera dan akasesoris, pakaian bekas, pakaian dan aksesoris, suku cadang kendaraan bermotor, suku cadang bekas, sex toys, dan lainnya.
Hengky menambahkan, barang-barang yang dimusnahkan tersebut di antaranya komputer dan aksesoris, barang mainan, obat-obatan, makanan dan kosmetik, senjata tajam, kamera dan akasesoris, pakaian bekas, pakaian dan aksesoris, suku cadang kendaraan bermotor, suku cadang bekas, sex toys, dan lainnya.

Bea Cukai Yogyakarta Musnahkan Barang Senilai Rp1,2 Miliar

News barang ilegal
07 Oktober 2020 14:06
Yogyakarta: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Bea Cukai Yogyakarta, memusnahkan barang impor tanpa dokumen, Rabu, 7 Oktober 2020.

Kepala KPPBC TMP B Yogyakarta Hengky TP Aritonang di sela-sela pemusnahan barang mengatakan, keseluruhan barang yang dimusnahkan itu sebanyak 2.603 paket dengan total nilai sebesar Rp1,2 miliar. "Barang-barang ini sebagian besar masuk ke Indonesia melalui kiriman pos," jelasnya. 

Hengky menambahkan, barang-barang yang dimusnahkan tersebut di antaranya komputer dan aksesoris, barang mainan, obat-obatan, makanan dan kosmetik, senjata tajam, kamera dan akasesoris, pakaian bekas, pakaian dan aksesoris, suku cadang kendaraan bermotor, suku cadang bekas, sex toys, dan lainnya.

Pemusnahan itu, lanjutnya, dilakukan dengan tujuan agar barang-barang tersebut tidak bisa dipakai atau digunakan. "Ada yang dibakar, ada yang dipukul hingga hancur, dipotong atau dituang di tanah," katanya.

Hengky menambahkan, barang-barang yang termasuk dilarang, dibatasi, dan memerlukan izin jika akan dimasukkan ke Indonesia antara lain alas kaki, barang elektronik, sepeda roda dua atau roda tiga, obat, obat tradisional, obat kuasi, kosmetika, suplemen kesehatan, dan pangan olahan. "Sedangkan pakaian, maksimal 10 potong per kiriman, barang elektronika maksimal dua biji, dan sebagainya," katanya. 

Ia menunjukkan dasar hukum  yang mengatur antara lain Peraturan Menteri Perdagangan dan Peraturan BPOM. Pemusnahan ini merupakan yang pertama yang digelar tahun 2020, karena adanya pandemi covid-19. MI/Agus Utantoro

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif