Massa dari Aliansi Pekerja Seni Surabaya menampikan kesenian 'Jathilan' saat berunjuk rasa di depan Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 5 Agustus 2020.
Massa dari Aliansi Pekerja Seni Surabaya menampikan kesenian 'Jathilan' saat berunjuk rasa di depan Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 5 Agustus 2020.
Mereka mendesak Pemkot Surabaya untuk memberikan izin digelarnya kegiatan acara kesenian, hajatan maupun kegiatan lainnya agar para pekerja seni dapat kembali menjalankan profesinya.
Mereka mendesak Pemkot Surabaya untuk memberikan izin digelarnya kegiatan acara kesenian, hajatan maupun kegiatan lainnya agar para pekerja seni dapat kembali menjalankan profesinya.

Ratusan Pekerja Seni Surabaya Berunjuk Rasa

News Virus Korona
05 Agustus 2020 15:35
Surabaya: Ratusan pekerja seni dan hiburan kembali demonstrasi di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 5 Agustus 2020. Mereka meminta Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pedoman Normal Baru dicabut.

Mereka mendatangi Balai Kota dengan membawa spanduk dan poster keluh kesahnya dan meminta Wali kota Surabaya Tri Rismaharini segera mencabut Perwali 33/2020 yang dianggap membatasi aktivitas kerjanya. Akibatnya banyak di antara mereka tidak bisa menghidupi diri mereka sendiri apalagi menghidupi keluarganya.

"Kami minta Perwali 33/2020 dicabut atau direvisi," kata Ketua Aliansi Pekerja Seni (APS) Surabaya, Java Angkasa saat berorasi di Balai Kota Surabaya. Aliansi Pekerja Seni Surabaya sendiri merupakan gabungan dari pekerja seni tradisional, rias 'kemanten', dan biduan dangdut.

Hanya saja, lanjut Java, pihaknya kecewa karena demonstrasi untuk kedua kalinya ini tidak ditemui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. "Kami akan beristirahat 2-3 hari, dan bergerak lagi dengan massa lebih besar," ujarnya.

Tak hanya itu, kata dia, massa juga kecewa karena belum mendapatkan jawaban yang jelas dari pihak Pemerintah Kota Surabaya terkait tuntutannya. "Yang jelas hari ini tidak ada keputusan apapun. Ini tidak sesuai dengan harapan kami," katanya.

Java juga menginginkan agar wali kota bersedia mengeluarkan surat edaran untuk memberikan izin menggelar acara hajatan dan hiburan sampai ketingkat RT/RW. Hal ini perlu dilakukan agar para pekerja seni Surabaya bisa kembali beraktivitas dan mencari uang dari kemampuan mereka.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Kota Surabaya Irvan Widiyanto mengatakan bahwa tuntutan dari massa akan segera disampaikan ke Wali Kota Surabaya. "Ya nanti tuntutan dan keinginan mereka akan kami sampaikan ke Wali Kota Surabaya," katanya. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif