Sejumlah pengungsi beraktivitas di tenda Kamp Pengungsi Terpadu Kelurahan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 3 Januari 2019.
Sejumlah pengungsi beraktivitas di tenda Kamp Pengungsi Terpadu Kelurahan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 3 Januari 2019.
Sebagian besar pengungsi bencana gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami di Palu masih ditampung di tenda-tenda pengungsian karena hunian sementara (huntara) yang dijadwalkan bisa ditempati akhir tahun lalu molor penyelesaiannya akibat kendala bahan baku.
Sebagian besar pengungsi bencana gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami di Palu masih ditampung di tenda-tenda pengungsian karena hunian sementara (huntara) yang dijadwalkan bisa ditempati akhir tahun lalu molor penyelesaiannya akibat kendala bahan baku.
Sementara itu, Pemerintah Kota Palu mengimbau masyarakat untuk tidak memanfaatkan lokasi terdampak tsunami, likuifaksi dan lempengan besar atau patahan aktif sesar Palu-Koro baik untuk hunian maupun usaha, sambil menunggu hasil kajian geologi dari Bappenas, Badan Geologi Kementerian ESDM, dan BMKG.
Sementara itu, Pemerintah Kota Palu mengimbau masyarakat untuk tidak memanfaatkan lokasi terdampak tsunami, likuifaksi dan lempengan besar atau patahan aktif sesar Palu-Koro baik untuk hunian maupun usaha, sambil menunggu hasil kajian geologi dari Bappenas, Badan Geologi Kementerian ESDM, dan BMKG.
Selain melarang warga untuk memanfaatkan kembali lokasi tersebut karena masuk dalam 'Zona Merah', pemerintah juga akan menjadikan kawasan itu sebagai monument park untuk menandai terjadinya bencana likuifaksi terbesar di dunia yang menelan ribuan nyawa pada 28 September 2018.
Selain melarang warga untuk memanfaatkan kembali lokasi tersebut karena masuk dalam 'Zona Merah', pemerintah juga akan menjadikan kawasan itu sebagai monument park untuk menandai terjadinya bencana likuifaksi terbesar di dunia yang menelan ribuan nyawa pada 28 September 2018.
Meskipun pemerintah setempat melarang membangun kembali di area bekas likuifaksi karena berada di zona merah bencana, namun beberapa warga tetap melakukan pembangunan dengan alasan tidak memiliki lahan lain dan tidak kebagian hunian sementara.
Meskipun pemerintah setempat melarang membangun kembali di area bekas likuifaksi karena berada di zona merah bencana, namun beberapa warga tetap melakukan pembangunan dengan alasan tidak memiliki lahan lain dan tidak kebagian hunian sementara.

Pembangunan Huntara Korban Likuifaksi Terkendala Bahan Baku

News Gempa Donggala
03 Januari 2019 14:37
Palu: Sebagian besar pengungsi bencana gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami di Palu, Sulteng, masih ditampung di tenda-tenda pengungsian karena hunian sementara (huntara) yang dijadwalkan bisa ditempati akhir tahun lalu molor penyelesaiannya akibat kendala bahan baku. Antara Foto/Basri Marzuki/Muhammad Hamzah
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi