Jakarta: Warga antre mengambil air bersih yang dijatah dua galon setiap KK di Kampung Gunung Batur, Mekarsari, Pulomerak, Kota Cilegon, Banten, Rabu, 22 Juli 2026.
Untuk membantu warga mengatasi kesulitan air bersih, Pemerintah Kota Cilegon mulai mendistribusikan air bersih sabanyak 8000 liter setiap hari di kampung tersebut hingga Desember 2026.
Kemarau panjang yang melanda Kota Cilegon membuat warga Kampung Gunung Batur, Kelurahan Mekarsari, harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Di tengah keterbatasan pasokan, keberadaan mata air alami di kawasan Sumur Bendung menjadi tumpuan utama masyarakat untuk bertahan menghadapi kesulitan air bersih.
Setiap harinya, warga rela menempuh perjalanan turun dan menanjak sekitar satu hingga dua kilometer dan melewati jalan setapak, menuruni bebatuan menuju kawasan hutan tempat sumber mata air berada. Membawa galon dan wadah penampungan, mereka datang secara bergantian sesuai jadwal demi mendapatkan air yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, seperti memasak, minum, mandi, hingga mencuci.
Bagi warga, mata air tersebut bukan sekadar sumber air, melainkan menjadi penopang kehidupan saat musim kemarau. Debit air yang semakin mengecil akibat minimnya hujan membuat warga harus mengatur penggunaan dan pengambilan air secara tertib agar tidak berebutan dan seluruh warga tetap mendapatkan bagian.
Sistem antrean pun diterapkan mandiri. Pengambilan air dilakukan selama 24 jam dengan pembagian giliran bagi beberapa orang setiap harinya. Dalam kondisi tertentu, warga hanya mampu membawa pulang belasan galon air, tergantung waktu pengambilan dan kondisi aliran mata air. MI/Ramdani Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News