Pendiri Pesantren Al Hidayah yang merupakan mantan terpidana kasus terorisme Khairul Ghazali (atas) memberi bimbingan kepada para santrinya di Desa Sei Mencirim, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu, 8 Mei 2019.
Pendiri Pesantren Al Hidayah yang merupakan mantan terpidana kasus terorisme Khairul Ghazali (atas) memberi bimbingan kepada para santrinya di Desa Sei Mencirim, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu, 8 Mei 2019.
Pesantren yang didirikan mantan terpidana kasus terorisme Khairul Ghazali yang didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut saat ini memiliki 25 orang santri anak pelaku terorisme dan masyarakat umum.
Pesantren yang didirikan mantan terpidana kasus terorisme Khairul Ghazali yang didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut saat ini memiliki 25 orang santri anak pelaku terorisme dan masyarakat umum.
Pondok pesantren ini keinginan Ghazali untuk memutus mata rantai paham radikalisasi. Ia ingin membimbing anak-anak mantan teroris yang kerap menjadi korban atas perbuatan keji yang dilakukan orang tuanya, sehingga menimbulkan rasa dendam lantaran ketidakpahaman dan dikucilkan dari lingkungan, bergelut dalam batin setiap anak yang mengetahui bahwa orang tuanya adalah teroris.
Pondok pesantren ini keinginan Ghazali untuk memutus mata rantai paham radikalisasi. Ia ingin membimbing anak-anak mantan teroris yang kerap menjadi korban atas perbuatan keji yang dilakukan orang tuanya, sehingga menimbulkan rasa dendam lantaran ketidakpahaman dan dikucilkan dari lingkungan, bergelut dalam batin setiap anak yang mengetahui bahwa orang tuanya adalah teroris.
Ghazali mengatakan, tantangan yang dihadapi pada awal memulai pesantren ini datang dari masyarakat setempat. Banyak dari mereka yang curiga dengan didirikannya pesantren yang menampung anak-anak mantan teroris tersebut.
Ghazali mengatakan, tantangan yang dihadapi pada awal memulai pesantren ini datang dari masyarakat setempat. Banyak dari mereka yang curiga dengan didirikannya pesantren yang menampung anak-anak mantan teroris tersebut. "Ketika sudah memulai tahun pertama, kita didukung dan diberikan support oleh BNPT (badan Nasional penanggulangan teroris) yang tertarik dengan ide-de yang kita buat, sehingga mereka membantu dengan sepenuhnya termasuk membangunkan kelas dan masjid," jelasnya.

Mantan Teroris Dirikan Pesantren di Deli Serdang

News Deradikalisasi
08 Mei 2019 14:50
Medan: Seorang mantan pelaku teroris pelaku teroris bernama Khairul Ghazali alias Abu Ahmad Yasin mendirikan pondok pesantren di daerah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Ponpes bernama Al Hidayah tersebut merupakan buah hasil keinginan kuat Ghazali untuk memutus mata rantai paham radikalisasi. Antara Foto/Irsan Mulyadi
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif