Foto udara jembatan gantung yang putus di Desa Bandungan, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Senin, 13 Juli 2020.
Foto udara jembatan gantung yang putus di Desa Bandungan, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Senin, 13 Juli 2020.
Jembatan yang dibangun pada 2002 dan menjadi salah satu akses lintas Kecamatan Bulango Utara dan Tapa tersebut putus usai tergerus arus sungai pada Minggu, 12 Juli 2020.
Jembatan yang dibangun pada 2002 dan menjadi salah satu akses lintas Kecamatan Bulango Utara dan Tapa tersebut putus usai tergerus arus sungai pada Minggu, 12 Juli 2020.
Kepala Desa Bendungan Ismet Pakaya menyatakan bahwa jembatan yang dibangun pada tahun 2002 tersebut kondisinya memang sudah tidak layak digunakan. Bahkan sejak 2018 penyangga jembatan mengalami kerusakan, ditambah kondisi dinding sungai yang mengalami erosi.
Kepala Desa Bendungan Ismet Pakaya menyatakan bahwa jembatan yang dibangun pada tahun 2002 tersebut kondisinya memang sudah tidak layak digunakan. Bahkan sejak 2018 penyangga jembatan mengalami kerusakan, ditambah kondisi dinding sungai yang mengalami erosi.
"Dari 2018 kami sudah mengajukan perbaikan namun sampai sekarang belum terelisasi hingga mengalami roboh seperti sekarang ini," ujarnya.

Jembatan Gantung Penghubung Dua Kecamatan di Gorontalo Ambruk

News jembatan rubuh
13 Juli 2020 12:06
Gorontalo: Sebuah jembatan gantung yang menghubungkan dua kecamatan, yaitu Kecamatan Bulango Utara dan Tapa di Desa Bendungan, Kecamatan Tapa, Bone Bolango, Gorntalo putus karena tergerus arus sungai pada Minggu, 12 Juli 2020.

"Air Sungai Bulango sejak seminggu terakhir naik-turun karena curah hujan yang cukup tinggi, yang mengakibatkan dinding sungai mengalami longsor, kata Kepala Desa Bendungan Ismet Pakaya.

Ismet menyatakan bahwa jembatan yang dibangun pada tahun 2002 tersebut kondisinya memang sudah tidak layak digunakan. Bahkan sejak 2018 penyangga jembatan mengalami kerusakan, ditambah kondisi dinding sungai yang mengalami erosi.

"Dari 2018 kami sudah mengajukan perbaikan namun sampai sekarang belum terelisasi hingga mengalami roboh seperti sekarang ini," ujarnya. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif