Refleksi dari mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Penanaman Modal Asing (PMA) Tiga Kanwil Jakarta Khusus Yul Dirga (kanan) saat menjalani sidang putusan yang disiarkan secara
Refleksi dari mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Penanaman Modal Asing (PMA) Tiga Kanwil Jakarta Khusus Yul Dirga (kanan) saat menjalani sidang putusan yang disiarkan secara "live streaming" di Gedung KPK, Jakarta.
Majelis Hakim memvonis Yul Dirga enam tahun enam bulan penjara, dan denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan, serta pidana tambahan dengan membayar uang pengganti sebesar 32.825 dolar AS dan Rp50 juta atau penjara dua tahun, karena terbukti menerima suap sebesar Rp1,8 miliar dari tersangka pemilik saham PT. WAE Darwin Maspolim, agar menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE.
Majelis Hakim memvonis Yul Dirga enam tahun enam bulan penjara, dan denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan, serta pidana tambahan dengan membayar uang pengganti sebesar 32.825 dolar AS dan Rp50 juta atau penjara dua tahun, karena terbukti menerima suap sebesar Rp1,8 miliar dari tersangka pemilik saham PT. WAE Darwin Maspolim, agar menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE.
Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU KPK yakni 9,5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan.
Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU KPK yakni 9,5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan.

Eks Kepala Kantor Pajak Yul Dirga Divonis 6,5 Tahun Bui

News Kasus Suap
01 Juli 2020 21:30
Jakarta: Mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) Tiga Jakarta Yul Dirga divonis hukuman enam tahun dan enam bulan penjara serta denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan, Rabu, 1 Juli 2020.

Yul Dirga terbukti bersalah dalam kasus suap terkait restitusi pajak yang melibatkan PT Wahana Auto Ekamarga (PT WAE).

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU KPK yakni 9,5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan. 

Selain pidana pokok, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti senilai 18.425 Dollar AS, 14.400 Dollar AS dan Rp 50 juta. ANTARA Foto/M Risyal Hidayat


(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif